Sementara itu, Kuwait mengumumkan penangkapan empat orang yang diduga terkait Garda Revolusi Iran saat mencoba masuk melalui jalur laut.
Di dalam negeri, Trump menghadapi tekanan politik akibat kenaikan harga bahan bakar menjelang pemilu kongres.
Survei Reuters/Ipsos menunjukkan mayoritas warga Amerika menilai pemerintah belum mampu menjelaskan alasan utama keterlibatan AS dalam perang tersebut.
Untuk meredakan tekanan publik, Trump menjanjikan penangguhan pajak bensin federal apabila situasi dengan Iran mereda.
“Begitu urusan dengan Iran ini selesai, Anda akan melihat harga bensin dan minyak jatuh seperti batu,” kata Trump.
Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026) untuk membahas perkembangan krisis Timur Tengah bersama Presiden China Xi Jinping.
Konflik terbuka AS dan Iran pecah pada 28 Februari 2026 setelah ketegangan panjang terkait program nuklir Iran dan pengaruh militernya di kawasan Timur Tengah.
Selat Hormuz kemudian menjadi pusat konflik karena jalur tersebut merupakan pintu utama ekspor minyak dari Arab Saudi, Kuwait, dan Irak.
Gangguan di jalur itu berdampak langsung terhadap distribusi energi global dan memicu tekanan inflasi di sejumlah negara.
Upaya gencatan senjata yang sempat dibahas sejak awal April kini terancam gagal total karena kedua pihak belum menemukan titik temu terkait tuntutan ekonomi dan kedaulatan kawasan.