unique visitors counter
⌂ Beranda News CORE: Intervensi Rupiah Perlu Ditingkatkan untuk Cegah Inflasi

CORE: Intervensi Rupiah Perlu Ditingkatkan untuk Cegah Inflasi

CORE: Intervensi Rupiah Perlu Ditingkatkan untuk Cegah Inflasi
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dinilai perlu meningkatkan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Langkah ini penting guna mencegah pelemahan rupiah yang dapat memicu kenaikan harga barang impor, yang berujung pada inflasi.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengemukakan pandangannya mengenai perlunya penguatan strategi intervensi mata uang.

IN2

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah memiliki potensi besar untuk memberikan tekanan terhadap inflasi di Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh ketergantungan Indonesia pada barang-barang impor untuk beberapa kebutuhan pokok dan bahan baku industri.

Ketika rupiah melemah, harga barang-barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal ketika dikonversi ke dalam rupiah.

in2

Kenaikan biaya impor ini kemudian dapat diteruskan oleh produsen dan pedagang kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pengendalian inflasi.

BI sendiri memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing.

Termasuk di dalamnya adalah operasi pasar valas, kebijakan suku bunga, dan komunikasi kebijakan.

Pemerintah juga dapat berkontribusi melalui kebijakan fiskal dan pengelolaan utang negara.

Peningkatan koordinasi antara BI dan pemerintah diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.

Hal ini mencakup tidak hanya pengendalian inflasi, tetapi juga menjaga daya saing ekspor dan iklim investasi.

Yusuf Rendy menekankan bahwa intervensi tidak selalu berarti menahan pelemahan secara ekstrem, namun lebih kepada menjaga volatilitas agar tetap terkendali.

Volatilitas yang tinggi dapat menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan dan dunia usaha.

Ketidakpastian ini dapat menghambat keputusan investasi dan konsumsi, yang pada akhirnya berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.

Dengan intervensi yang lebih proaktif dan terukur, diharapkan dampak negatif pelemahan rupiah terhadap inflasi dapat diminimalisir.

Hal ini akan sangat membantu dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru