unique visitors counter
⌂ Beranda News Dokter Spesialis Kandungan Ungkap Syarat Utama Program Bayi Tabung

Dokter Spesialis Kandungan Ungkap Syarat Utama Program Bayi Tabung

Dokter Spesialis Kandungan Ungkap Syarat Utama Program Bayi Tabung
Dokter spesialis kandungan menjelaskan syarat bayi tabung
A A Ukuran Teks16px

"Kalau dianggap kurang dari 1 juta sperma yang bergerak bagus, maka bisa bayi tabung, ini untuk suami," jelas Prof Nusratuddin.

>>> BNI: Prestasi Leo/Daniel Bukti Dukungan Lahirkan Juara Dunia

Pencegahan dan Edukasi Reproduksi

Dokter spesialis kandungan lainnya, Prof Dr dr Tono Djuwantono, menekankan pentingnya menjaga fungsi reproduksi sejak dini. Semakin lama kelainan reproduksi ditangani, biaya pengobatan semakin mahal.

IN2

"Oleh karena itu, kita mengadakan edukasi di Nusraya ini bukan hanya pengobatan saja, tapi pencegahan juga kita perhatikan," ujarnya.

Ia menyarankan agar masyarakat memahami siklus haid dan waspada terhadap nyeri haid. Keputihan yang berlanjut hingga 40 persen bisa menyebabkan kelainan pada saluran sel telur.

Stimulasi Indung Telur Kunci Keberhasilan

Dr Binarwan Halim menambahkan, salah satu poin penting dalam program bayi tabung adalah stimulasi indung telur. Tujuannya untuk mendapatkan banyak sel telur berkualitas.

in2

Ia menganalogikan proses kehamilan seperti menanam pohon.

Bibit unggul dan tanah yang subur (rahim dan sperma) harus didukung pupuk yang tepat, yaitu stimulasi indung telur.

"Stimulasi pupuk yang benar akan menghasilkan banyak telur dengan kualitas bagus. Kalau dapat bibit bagus, ditanam ke rahim akan sangat berhasil," tuturnya.

Menurutnya, 80 persen keberhasilan program bayi tabung ditentukan oleh kualitas bibit atau sel telur. Nusraya Fertility Center mengadopsi berbagai protokol stimulasi untuk mendukung hal tersebut.

Prof Tono turut memberi tips pencegahan bila mengalami masalah reproduksi, seperti mengerti siklus haid dan nyeri haid, karena itu penting sekali.

Jangan sampai keputihan berlanjut sampai 40 persen, dapat terjadi kelainan pada saluran sel telurnya.

>>> Idul Adha 1447 H Ditetapkan pada 27 Mei 2026

Sementara itu, Dr Amang Surya Priyanto menambahkan, kondisi reproduksi pada setiap perempuan bisa berbeda-beda walaupun usianya sama. Usia perempuan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kehamilan.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru