Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak melemah 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS.
Posisi ini dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.
>>> Harga Emas Antam Senin Pagi Turun Rp5.000 Jadi Rp2,764 Juta per Gram
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah seiring hasil pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang tak banyak membahas solusi terkait perang AS-Iran.
“Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global pada hari Jumat (15/5), dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua aset, termasuk obligasi, saham, crypto, dan mata uang oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Pertemuan Xi-Trump dan Dampaknya
Dalam pertemuan tersebut, China menganjurkan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali dengan mempertahankan gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong perdamaian dan memfasilitasi perundingan.
Wang Yi menambahkan, China akan terus memainkan perannya untuk mendorong perang segera mereda serta memulihkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Meski begitu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan upaya mediasi yang dipimpin Pakistan dengan AS belum gagal, tetapi menghadapi “jalan yang sangat sulit”.
Alasannya, ketidakpercayaan terhadap Washington dan pesan-pesan Amerika yang kontradiktif.
Araghchi mengatakan Iran tetap berkomitmen pada diplomasi meski apa yang digambarkannya sebagai gencatan senjata yang “goyah” setelah perang baru-baru ini yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.
Trump sendiri menyatakan ketidakyakinan apakah kesepakatan akan segera tercapai antara AS dengan Iran.