Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Mata uang Garuda berhasil berbalik arah setelah sempat dibuka melemah.
Rupiah menguat 0,16% dan menetap di posisi Rp17.890/US$ pada akhir pekan ini.
>>> Lelang SRBI Diserbu Investor, Penawaran Tembus Rp45 Triliun
Penguatan ini sejalan dengan sebagian mata uang Asia lainnya yang berada di zona hijau.
Sebelumnya, rupiah dibuka melemah di level Rp17.937/US$. Namun, sentimen positif datang dari pasar Surat Utang Negara (SUN) yang mengalami penguatan pada sebagian tenor.
Penurunan yield SUN tenor 10 tahun sebesar 0,6 basis poin (bps) ke level 7,27% turut menopang penguatan rupiah.
>>> Impor Minyak Mentah AS dari Arab Saudi Anjlok hingga Nol
Selain itu, yield tenor 1 tahun juga turun 5,2 bps ke 7,02%.
Bank Indonesia (BI) pada hari yang sama menggelar lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Lelang tersebut meraup dana sebesar Rp5 triliun.
Minat investor terhadap SRBI melonjak signifikan. Nilai penawaran yang masuk meningkat dari Rp17,51 triliun menjadi Rp45,12 triliun.
>>> Parlemen Uganda Setujui Kirim Pasukan ke Gaza untuk Misi Stabilisasi
Dengan tingginya minat tersebut, investor bersedia menerima yield yang lebih rendah dibandingkan lelang sebelumnya. Hal ini turut memperkuat posisi rupiah pada perdagangan hari ini.
