unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Korea Rebrands Festival Daerah untuk Target 30 Juta Turis

Korea Rebrands Festival Daerah untuk Target 30 Juta Turis

Korea Rebrands Festival Daerah untuk Target 30 Juta Turis
Wisatawan menikmati festival daerah di Korea
A A Ukuran Teks16px

Korea Selatan ingin wisatawan internasional menjelajah lebih jauh dari jalanan gemerlap Seoul. Pemerintah kini mengandalkan festival daerah yang unik untuk mewujudkannya.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Korea Tourism Organization membentuk gugus tugas pada Senin. Langkah ini dirancang untuk memperkuat pemasaran global 10 festival daerah yang telah ditentukan.

>>> Han Kang Buka Acara Sastra Berlin Philharmonic September

IN2

Inisiatif ini merupakan dorongan terpusat untuk mengemas acara budaya daerah dengan paket perjalanan terkurasi. Tujuannya jelas: membantu Korea mencapai target nasional 30 juta wisatawan asing per tahun.

Selama ini, festival daerah Korea—mulai dari adu lumpur hingga konser rock—memasarkan diri secara mandiri. Mereka sering menghadapi kendala bahasa dan logistik yang terfragmentasi.

Gugus tugas baru ini akan mengatasi masalah tersebut. Caranya dengan mempertemukan penyelenggara festival langsung dengan agen perjalanan inbound besar untuk menciptakan itinerary multidaya yang mulus.

in2

Alih-alih menggunakan strategi satu ukuran untuk semua, Seoul mengambil pendekatan yang sangat tertarget.

Strategi Pemasaran Berbeda untuk Setiap Festival

Incheon Pentaport Rock Festival akan fokus pada pasar Jepang.

Penyelenggara bermitra dengan platform tiket utama Jepang, eplus, dan berkolaborasi dengan festival Summer Sonic Tokyo untuk promosi silang.

Sementara itu, Boryeong Mud Festival—yang sudah dikenal di negara-negara Barat—memperpanjang jam operasional hingga malam hari.

>>> Rahasia Kulit Glowing Jihyo TWICE: Metode Thin Layering

Venue tepi pantainya juga diperluas untuk melayani pelancong jarak jauh yang mencari pengalaman imersif.

Di selatan, Jinju Namgang Yudeung Festival akan mengubah atraksi lampion malamnya menjadi wisata sehari penuh.

Acara malam akan dihubungkan dengan tur siang ke benteng bersejarah dan bengkel kerajinan tradisional.

Dengan menyatukan tradisi lokal yang beragam di bawah satu payung pemasaran yang canggih, pemerintah berusaha mengatasi ketimpangan pariwisata yang sudah lama terjadi.

Pesan dari Seoul tampak jelas: denyut nadi sebenarnya dari K-culture tidak hanya ditemukan di ibu kota, tetapi juga di daerah-daerah.

Gugus tugas baru ini akan memasangkan penyelenggara festival langsung dengan agen perjalanan inbound besar untuk menciptakan itinerary multidaya yang mulus.

>>> Jang Wonyoung IVE Curi Perhatian dengan Gaya 'Sagging' dan Celana Dalam Rp16 Juta

Alih-alih menggunakan strategi satu ukuran untuk semua, Seoul mengambil pendekatan yang sangat tertarget.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru