Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
Pemanggilan ini terkait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji.
>>> Nonton The Legend of Kitchen Soldier Eps 3-4 Sub Indo, Spoiler dan Link Streaming
Muhadjir sedianya diperiksa pada hari ini, namun ia tidak dapat hadir. Alasan ketidakhadirannya karena memiliki agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.
Pemeriksaan sebagai Menag Ad Interim
Dalam kasus ini, Muhadjir akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Menteri Agama Ad Interim.
Ia pernah menjabat posisi tersebut pada tahun 2024 saat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas cuti kampanye.
KPK pun memastikan akan menjadwalkan ulang pemanggilan terhadap Muhadjir. Jadwal baru akan disesuaikan dengan kesediaan waktu yang bersangkutan.
Kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji ini telah menyeret sejumlah pihak. KPK terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap peran masing-masing tersangka.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan beberapa tersangka dalam kasus ini. Mereka berasal dari unsur Kementerian Agama dan pihak swasta.
>>> 10 Contoh Soal Tes Wawancara Mitra BPS 2026 dan Jawabannya
KPK mengimbau semua pihak yang dipanggil untuk kooperatif. Ketidakhadiran tanpa alasan sah dapat dianggap menghambat proses hukum.
Muhadjir sendiri telah mengonfirmasi akan memenuhi panggilan KPK pada jadwal berikutnya. Ia menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut penyelenggaraan ibadah haji. KPK berkomitmen mengusut tuntas dugaan korupsi yang merugikan negara dan jamaah.
Hingga saat ini, KPK belum merilis detail jadwal pemeriksaan ulang. Penyidik masih berkoordinasi dengan pihak Muhadjir untuk menentukan waktu yang tepat.
Pengamat hukum menilai pemeriksaan terhadap pejabat tinggi penting untuk transparansi. Hal ini menunjukkan tidak ada imunitas hukum bagi siapapun.
KPK juga terus memeriksa saksi-saksi lain untuk memperkuat alat bukti. Proses penyidikan diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan.
>>> Kemenkeu Tegaskan Video Purbaya Bagi-bagi Bantuan Modal Usaha adalah Hoaks
Masyarakat menanti perkembangan kasus ini dengan seksama. KPK diminta bekerja profesional dan independen.
