Jeonju, kota yang dikenal dengan Kampung Hanok tradisional di Provinsi Jeolla Utara, mulai beralih dari identitas warisan budayanya menjadi pusat tari jalanan utama di Korea Selatan.
Grand Prix B-boy Jeonju ke-19 akan digelar pada Sabtu pukul 18.00 di Pusat Kebudayaan Samsung Universitas Nasional Jeonbuk.
>>> Retrospektif SeMA Mengulas Karya Maestro Abstrak Yoo Young-kuk
Acara ini menampilkan lebih dari 20 kru, termasuk penari breakdance internasional dari Jepang, China, dan Taiwan.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai 18 juta won (sekitar 11.970 dolar AS). Kru pemenang akan membawa pulang 10 juta won.
Dari Kemenangan Lokal ke Panggung Global
Jeonju menegaskan posisinya di kancah breaking domestik setelah kru lokal Last For One memenangkan Battle of the Year di Jerman pada 2005.
Mereka menjadi tim Korea pertama yang meraih gelar internasional tersebut.
Kemenangan bersejarah itu mematahkan dominasi budaya Seoul di dunia breaking. Kepercayaan diri regional pun tumbuh, mendorong lahirnya Grand Prix pada 2007.
Festival ini berkembang pesat menjadi panggung internasional. Kru asal Jepang, Body Carnival, pernah memenangkan kompetisi ke-17 di Jeonju, menarik minat peserta dari luar negeri.
Komposisi peserta juga berubah. Jika sebelumnya penari veteran berusia 30-an mendominasi, kini banyak penari muda yang menyegarkan kompetisi.
>>> Korea Rebrands Festival Daerah untuk Target 30 Juta Turis
Mereka membawa teknik aerial yang spektakuler dan tempo lebih cepat, dipengaruhi media sosial dan video pendek.
Gerakan anak muda ini semakin kuat setelah breaking resmi menjadi cabang Olimpiade di Paris 2024.
Panel juri diisi oleh talenta top Korea, termasuk Jeon Ji-ye yang dikenal dengan nama Fresh Bella.
Jeonju asli ini meraih medali perunggu di kategori B-girl pada Kejuaraan Breaking Asia WDSF 2023.
Ia bersama Hwang Jung-woo (Flex), Lee Byung-jun (Mario), Kim Yeon-su (The End), dan Park Jin-hyung (Dol) akan menilai penampilan para peserta.
Festival ini juga mencakup acara komunitas dan pertunjukan spesial oleh kru Hanya dan So What. Pertunjukan para juri sebelum pertarungan utama menjadi salah satu segmen yang paling dinantikan.
Seorang pejabat kota Jeonju mengatakan Grand Prix memperluas citra tradisional kota dengan merangkul budaya anak muda.
>>> Han Kang Buka Acara Sastra Berlin Philharmonic September
"Kami akan memperkuat daya saingnya sehingga bisa tumbuh menjadi panggung internasional yang dikunjungi penari breakdance dari seluruh dunia," tambahnya.
