>>> Wamendagri Pastikan Wamena Aman dan Layanan Publik Kembali Normal
Perry menyebut imbal hasil SRBI tenor 12 bulan naik ke kisaran 6,45 persen, sedangkan tenor 9 bulan sekitar 6,31 persen.
Sepanjang kuartal I 2026, terjadi arus modal keluar (outflow) dari pasar keuangan domestik.
Outflow tercatat sebesar Rp26,06 triliun dari pasar saham dan Rp25,10 triliun dari pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Sementara itu, instrumen SRBI yang sempat mencatat inflow pada Januari-Februari mulai mengalami outflow pada Maret seiring meningkatnya tensi global.
Menurut Perry, kenaikan yield SRBI mulai mendorong arus modal asing kembali masuk.
Pada April 2026, SRBI mencatat inflow sebesar Rp48,26 triliun dan bertambah Rp27,05 triliun hingga 8 Mei 2026.
Total inflow SRBI pada April hingga awal Mei mencapai Rp75,31 triliun.
Secara kumulatif sejak awal tahun, inflow SRBI mencapai Rp105,16 triliun. Perry menilai hal ini mampu membantu mengompensasi tekanan outflow yang terjadi pada instrumen lain.
Perry juga mencatat bahwa pembelian SBN oleh investor asing mulai meningkat sebesar Rp13,36 triliun pada April 2026.
Sementara pasar saham masih mencatat outflow secara year to date (ytd), meski pada pekan pertama Mei 2026 mulai terjadi inflow sebesar Rp10,9 triliun.
Menurutnya, langkah penguatan instrumen SRBI diperlukan agar net inflow tetap terjaga dan pasokan valas di dalam negeri meningkat.
>>> Lomba Lukis Tong Sampah di Cimahi Ajak Warga Peduli Lingkungan
Perry memperkirakan peningkatan kebutuhan valas secara musiman akan mulai menurun pada Juli-Agustus 2026 sehingga intensitas intervensi dapat dikurangi secara bertahap.