Dakwaan terkait penembakan jatuh dua pesawat yang dioperasikan kelompok kemanusiaan oleh Kuba pada 1996.
Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez dalam unggahan media sosial mengatakan bahwa Kuba, seperti setiap negara di dunia, memiliki hak untuk membela diri yang sah terhadap agresi eksternal berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional.
Ulises Medina, 58 tahun, warga Havana, mendorong negosiasi. "Tidak benar jika AS menginvasi Kuba, juga tidak benar jika Kuba menginvasi AS.
Mereka harus mencapai kesepakatan, berbicara, dan bernegosiasi. Kuba, bagaimanapun, akan membela diri karena negara ini tidak akan menyerah," ujarnya.
Dakwaan terhadap Castro, 94 tahun, saudara mendiang pemimpin Fidel Castro dan pahlawan Revolusi Kuba 1959, akan menjadi eskalasi besar tekanan terhadap Kuba oleh pemerintahan Trump.
"Rakyat Kuba tidak membiarkan siapa pun ikut campur di tanah mereka," kata Jorge Villalobos, 87 tahun. "Warga Kuba tahu cara membela diri, bahkan dengan tongkat dan batu."
Diaz-Canel menegaskan bahwa Kuba tidak mewakili ancaman bagi siapa pun.
Pernyataan itu disampaikan setelah laporan Axios yang menyebut Kuba memiliki lebih dari 300 drone militer dan berencana menggunakannya untuk menyerang pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo, kapal militer AS, dan Key West, Florida.
>>> PPKD Jakarta Barat Gelar Pelatihan Mengemudi untuk Bekal Cari Kerja
Kuba membantah tuduhan tersebut dan menilai AS sedang merekayasa kasus untuk membenarkan intervensi militer.