Pemilik kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat bisa segera dikenakan biaya tahunan baru sebesar $130 atau sekitar Rp2 juta.
Usulan ini muncul dalam rancangan undang-undang infrastruktur bipartisan yang diajukan dua anggota senior Komite Transportasi dan Infrastruktur DPR AS.
>>> Balita 3 Tahun Selamat dari Mobil Terbalik Usai Ibunya Kabur dari Polisi
Rancangan tersebut dinamai BUILD America 250 Act dan diperkenalkan oleh Sam Graves (R-MO) serta Rick Larsen (D-WA).
Undang-undang ini berlaku selama lima tahun dan berfokus pada investasi jalan, jembatan, transit, rel, serta program keselamatan jalan raya.
Dokumen setebal lebih dari 1.000 halaman itu menjanjikan investasi terbesar dalam sejarah untuk jembatan AS. Selain itu, untuk pertama kalinya mengatur kerangka kerja kendaraan bermotor komersial otonom.
Biaya untuk EV dan Plug-in Hybrid
Berdasarkan proposal tersebut, Federal Highway Administration akan mengenakan biaya tahunan $130 untuk kendaraan listrik murni. Sementara kendaraan plug-in hybrid dikenakan $35 per tahun.
Biaya ini akan dikumpulkan oleh negara bagian dan disetorkan ke pemerintah federal.
Mulai tahun 2029, tarif akan naik $5 setiap dua tahun hingga batas maksimal $150 untuk EV dan $50 untuk plug-in hybrid.
Negara bagian boleh menyimpan hingga 1% dari dana yang terkumpul untuk biaya administrasi. Kebijakan ini bertujuan memastikan semua pengguna jalan berkontribusi pada perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur.
>>> Pembocor Forza Horizon 6 Dilarang 7.973 Tahun, Tapi Kembali Online Malam Itu Juga
Saat ini pemerintah mengandalkan pajak bensin federal yang sudah beku selama lebih dari tiga dekade.
Tarifnya adalah 18,4 sen per galon bensin dan 24,4 sen per galon diesel.
Selain soal biaya EV, rancangan ini juga memuat aturan menarik lainnya. Salah satunya mewajibkan keberadaan pengemudi manusia pada bus sekolah otonom.
Ketentuan tersebut tercantum di halaman 664 dan menyatakan bahwa kendaraan komersial otonom yang mengangkut bahan berbahaya atau anak-anak harus memiliki operator manusia di dalam kendaraan.
Aturan ini secara khusus menyasar bus sekolah.
Proposal ini masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi undang-undang. Namun, jika disahkan, akan menjadi perubahan signifikan bagi pemilik kendaraan ramah lingkungan di AS.
Rancangan undang-undang ini juga mencakup ketentuan lain yang menarik. Salah satunya adalah persyaratan agar bus sekolah otonom memiliki pengemudi manusia di dalam kendaraan.
>>> Fly Wing Snake 250 Ditarik di AS karena Rem Bermasalah
Aturan ini tercantum di halaman 664 dan berlaku untuk kendaraan komersial otonom yang mengangkut bahan berbahaya atau terutama anak-anak.