Karena itu pemerintah harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan kesejahteraan bagi para pekerja," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah menambahkan bahwa BLT DBHCHT ini bertujuan untuk menjaga daya beli serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pekerja industri tembakau yang mayoritas merupakan buruh perempuan.
"Program BLT DBHCHT ini diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan ekonomi keluarga pekerja sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Penyaluran ini merupakan bagian dari alokasi bansos Pemprov Jatim 2026 sebesar Rp171,269 miliar, di mana total pekerja rokok yang disasar di Surabaya mencapai 3.841 orang di tiga perusahaan dengan anggaran Rp3,841 miliar.
"Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga dan kesejahteraan bersama. Tetap semangat bekerja, menjaga produktivitas, serta menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter," pesannya.
Secara keseluruhan di Jawa Timur, penyaluran BLT DBHCHT kuota tahun 2026 ini menjangkau 10.324 pekerja di 65 perusahaan rokok yang tersebar di 25 kabupaten dan kota melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
>>> Trump Batalkan Serangan ke Iran Demi Negosiasi Serius
"Semoga bantuan ini membawa manfaat, membantu meringankan kebutuhan para pekerja dan keluarganya, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat," pungkas Khofifah.