unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Retrospektif Yoo Young-kuk di Seoul Soroti Lanskap Batin Sang Pelukis

Retrospektif Yoo Young-kuk di Seoul Soroti Lanskap Batin Sang Pelukis

Retrospektif Yoo Young-kuk di Seoul Soroti Lanskap Batin Sang Pelukis
Lukisan abstrak Yoo Young-kuk dipamerkan di Seoul Museum of Art
A A Ukuran Teks16px

Seoul Museum of Art (SeMA) membuka retrospektif terbesarnya untuk pelukis abstrak perintis Korea, Yoo Young-kuk. Pameran ini menandai peringatan 110 tahun kelahiran sang seniman.

Bertajuk "Yoo Youngkuk: A Mountain Within Me," pameran berlangsung hingga 25 Oktober di cabang Seosomun.

>>> Resensi K-LIT: 'Shift' Karya Cho Yeeun Ungkap Harga di Balik Keajaiban

IN2

Sebanyak 178 karya dipamerkan, termasuk 115 lukisan cat minyak, gambar, foto, dan materi arsip.

Beberapa karya yang belum pernah dilihat sebelumnya dan koleksi "Mountain" milik RM BTS turut dipajang.

Perjalanan Artistik Yoo Young-kuk

Yoo (1916-2002) dikenal sebagai pelopor seni abstrak Korea.

in2

Ia mengembangkan bahasa visual khas yang terinspirasi dari gunung dan laut di kampung halamannya, Uljin, Provinsi Gyeongsang Utara.

Lukisannya bercirikan komposisi geometris dan warna primer berani yang melampaui representasi. Karyanya mengekspresikan ritme dan struktur batin.

Pameran tidak mengikuti format kronologis, melainkan dimulai dari tahun 1964. Tahun itu merupakan titik balik ketika Yoo, pada usia 49 tahun, mengadakan pameran tunggal pertamanya.

Pameran ini juga menjadi seri perdana "Korean Modern Masters" SeMA.

"Bahkan pada tahun 1964, ketika bahan langka dan pembangunan ekonomi belum sepenuhnya berjalan, jarang ada seniman yang menghadirkan kanvas sebesar itu dengan intensitas seperti itu," kata kurator SeMA, Yeo Kyung-hwan.

"Energi dan vitalitas karya-karya itu mengejutkan dunia seni saat itu dan membuatnya dijuluki 'penjelajah warna yang tak kenal lelah,'" tambahnya.

Pameran tunggal Yoo pada 1964 menandai perubahan besar. Sebelumnya, ia aktif dalam kelompok avant-garde seperti New Realism Group dan Modern Art Association.

Setelah itu, ia mundur dari kegiatan kolektif dan mengabdikan diri sepenuhnya pada praktik individu.

Ia mengadakan pameran tunggal setiap dua tahun sambil mempertahankan rutinitas harian yang disiplin di studionya dalam kesendirian.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru