Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Korea Arts & Culture Education Service (KACES) meluncurkan rangkaian acara selama dua pekan pada Selasa (19/5/2026).
Acara ini digelar untuk memperingati 15 tahun UNESCO World Arts Education Week.
>>> Resensi K-LIT: 'Shift' Karya Cho Yeeun Ungkap Harga di Balik Keajaiban
Program yang berlangsung hingga 31 Mei ini bertujuan mengkaji secara kritis perjalanan pendidikan seni dalam dua dekade terakhir.
Selain itu, acara ini juga ingin merumuskan arah baru yang mengembalikan nilai intrinsik pendidikan seni.
Forum dan Simposium Internasional
Pembukaan acara digelar di KACES dengan forum bertajuk "Diagnosing the Current State of Arts Education."
Forum ini mensintesis temuan dari enam diskusi meja bundar sebelumnya yang melibatkan sekitar 120 peneliti, seniman, dan administrator.
Panel tersebut mendorong pergeseran cara pandang terhadap seni, yang selama ini sering dianggap sebagai alat utilitarian untuk kebijakan seperti penciptaan lapangan kerja atau integrasi sosial.
Para pembicara menyerukan kembalinya nilai-nilai fundamental disiplin seni.
Puncak acara adalah simposium internasional yang dijadwalkan pada Kamis (21/5/2026) di Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer Seoul.
Simposium ini akan fokus pada kuantifikasi dampak sosial dan psikologis dari seni.
Acara tersebut akan disiarkan langsung di kanal YouTube KACES. Simposium ini menghadirkan akademisi dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.
Sesi awal akan menampilkan perspektif dari Anne Bamford dari University of Sydney dan Susanne Keuchel dari Genshagen Foundation Eropa.
>>> Pastor Jack Graham: Peran Pendeta Tak Berubah di Era Digital
Panel selanjutnya akan membahas penelitian empiris yang lebih mendalam.
Kim Bung-nyun dari Seoul National University akan mempresentasikan hasil berbasis ilmu saraf. Daniel Bowen dari Texas A&M University akan membahas metrik akademik dan emosional.