unique visitors counter
⌂ Beranda News Chanel Kembali Tumbuh Berkat Desain Baru Matthieu Blazy

Chanel Kembali Tumbuh Berkat Desain Baru Matthieu Blazy

Chanel Kembali Tumbuh Berkat Desain Baru Matthieu Blazy
Model mengenakan koleksi Cruise 2026-2027 Chanel karya Matthieu Blazy di Biarritz, Prancis
A A Ukuran Teks16px

Rumah mode Paris Chanel kembali mencatat pertumbuhan pendapatan pada 2025 setelah sempat mengalami penurunan.

Keberhasilan ini didorong oleh koleksi perdana direktur kreatif anyar, Matthieu Blazy, yang berhasil menarik minat pembeli yang sebelumnya belum pernah membeli produk Chanel.

>>> Politik Kemarin: Penguatan Solidaritas Sosial hingga Isu Papua

IN2

Perusahaan swasta itu melaporkan pendapatan naik 2 persen secara tahunan dalam mata uang konstan menjadi 19,3 miliar dolar AS pada 2025.

Angka ini membalikkan penurunan 4,3 persen pada 2024, ketika merek-merek mewah kelas atas mencapai batas permintaan setelah menaikkan harga besar-besaran pasca ledakan kemewahan pandemi.

Desain Baru Picu Lonjakan Permintaan

Blazy, yang menggantikan Virginie Viard pada tahun lalu dan mempresentasikan koleksi pertamanya pada Oktober, menghadirkan sentuhan segar pada ikon Chanel.

in2

Ia menciptakan tas kulit 'maxi flapbag' dengan harga 8.500 dolar AS serta jaket tweed klasik Chanel dengan pinggiran warna cerah.

Ketika koleksi pertama Blazy tiba di toko pada Maret, pembeli berduyun-duyun membeli tas tangan baru, sepatu dua warna mint dan hitam seharga 1.450 dolar AS, serta jaket tweed warna-warni.

Direktur pembelian mode di department store Harrods London, Simon Longland, menyebut perekrutan pelanggan baru yang belum pernah membeli Chanel sebelumnya sangat fenomenal.

“Permintaan jauh melampaui pasokan, dan itu tepat untuk beberapa barang spesial karena jika semua orang yang menginginkan jaket itu mendapatkannya, mereka semua akan tiba di suatu tempat dengan jaket yang sama,” kata Longland.

Kinerja Keuangan dan Regional

Laba operasi Chanel juga tumbuh 5 persen menjadi 4,7 miliar dolar AS, naik dari 4,5 miliar dolar AS pada 2024, meskipun masih lebih rendah dibandingkan level 2021-2023.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru