unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Dari 'Salmokji' hingga 'If Wishes Could Kill': Horor Imersif Gen Z Kuasai Bioskop dan Streaming

Dari 'Salmokji' hingga 'If Wishes Could Kill': Horor Imersif Gen Z Kuasai Bioskop dan Streaming

Dari 'Salmokji' hingga 'If Wishes Could Kill': Horor Imersif Gen Z Kuasai Bioskop dan Streaming
Poster film Salmokji: Whispering Water dan serial If Wishes Could Kill
A A Ukuran Teks16px

Industri hiburan Korea Selatan tengah dikuasai oleh horor imersif yang menyasar generasi Z.

Studio-studio hiburan menggabungkan ekosistem aplikasi digital dengan perburuan lokasi di dunia nyata untuk memaksimalkan daya tarik komersial.

>>> Centre Pompidou Hanwha Dibuka di Seoul dengan Pameran Kubisme

IN2

Strategi ini terbukti sukses.

Film "Salmokji: Whispering Water" baru-baru ini menembus 3 juta tiket domestik, menjadikannya film horor Korea terlaris kedua sepanjang masa.

Film ini mengalahkan hit tahun 2018 "Gonjiam: Haunted Asylum" yang meraih 2,68 juta penonton.

in2

Posisi teratas masih dipegang oleh film tahun 2003 "A Tale of Two Sisters" dengan 3,14 juta penonton.

Dari Reservoir ke Layar Lebar

Kisah "Salmokji: Whispering Water" mengikuti kru film yang kembali ke reservoir untuk syuting ulang setelah melihat sosok tak dikenal di rekaman street-view.

Mereka kemudian menemukan ancaman mematikan di dalam air.

Film ini mengambil lokasi syuting di Reservoir Salmokji di Yesan County, Provinsi Chungcheong Selatan. Tempat itu sudah terkenal dari acara MBC "Midnight Horror Story" dan cerita hantu lokal.

Para penggemar pun berbondong-bondong mengunjungi lokasi syuting. Mereka berburu sensasi larut malam dan membagikan foto kunjungan di media sosial, mendorong keterlibatan viral.

Pendekatan ini mirip dengan "Gonjiam: Haunted Asylum" yang memaksimalkan realisme dengan memanfaatkan rumor online tentang rumah sakit jiwa sungguhan dan format mockumentary.

Aplikasi Terkutuk yang Nyata

Serial Netflix "If Wishes Could Kill" menunjukkan kesuksesan formula serupa di platform streaming global.

Serial ini mencapai peringkat No. 1 di Global Top 10 Netflix untuk acara TV non-Inggris hanya dua minggu setelah rilis.

Ceritanya berpusat pada siswa sekolah menengah yang menerima pemberitahuan kematian mendadak dari aplikasi smartphone terkutuk yang bisa mengabulkan permintaan.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru