unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Centre Pompidou Hanwha Dibuka di Seoul dengan Pameran Kubisme

Centre Pompidou Hanwha Dibuka di Seoul dengan Pameran Kubisme

Centre Pompidou Hanwha Dibuka di Seoul dengan Pameran Kubisme
Pameran kubisme di Centre Pompidou Hanwha Seoul
A A Ukuran Teks16px

Centre Pompidou Hanwha, cabang Seoul dari museum seni Prancis ternama, akan dibuka untuk umum pada 4 Juni mendatang.

Pembukaan ini ditandai dengan pameran besar bertajuk "The Cubists: Inventing Modern Vision" yang menampilkan koleksi kubisme kelas dunia.

>>> Tips Memilih Semangka Manis Tanpa Perlu Mengetuknya

IN2

Museum yang terletak di tepi Sungai Han, Yeouido, ini menjadi bagian dari perluasan global Centre Pompidou setelah cabang di Prancis, Spanyol, Belgia, dan Shanghai.

Pembukaan bertepatan dengan peringatan 140 tahun hubungan diplomatik Korea-Prancis.

Pameran Perdana: Kubisme dari Picasso hingga Seniman Korea

Pameran perdana ini berlangsung hingga 4 Oktober dan menghadirkan 112 karya dari 54 seniman.

in2

Sebanyak 91 karya dipinjam langsung dari koleksi Centre Pompidou, termasuk karya awal Pablo Picasso dan Georges Braque.

Kurator utama Christian Briend mengatakan kubisme dipilih karena Paris merupakan tempat lahirnya gerakan avant-garde pertama abad ke-20.

"Kubisme membuka jalan bagi abstraksi, kolase, dan seni konseptual," ujarnya dalam konferensi pers.

Selain Picasso dan Braque, pameran juga menampilkan karya Fernand Léger, Juan Gris, dan Robert Delaunay. Karya-karya ini menunjukkan penyebaran internasional dan variasi pascaperang dari genre kubisme.

Fokus Korea: Peta Mimpi Menuju Avant-Garde Modern

Bagian khusus di lantai mezzanine bertajuk "KOREA FOCUS: Map of Dreams toward the Modern Avant-Garde" menampilkan 21 karya dari 11 seniman Korea.

Seniman seperti Kim Whanki, Yoo Young-kuk, Park Re-hyun, Lee Soo-auck, dan Ham Dae-jung dipajang berdampingan dengan warisan kubisme Eropa.

Kurator senior Cho Ju-hyun mengatakan bagian ini dirancang sebagai jembatan antara dua dunia.

"Paris adalah tujuan simbolis bagi seniman Korea di paruh pertama abad ke-20, tempat proyeksi dan kerinduan," katanya.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru