unique visitors counter
⌂ Beranda News Pameran 'Laut Kehidupan' Jeju Hadir di Jakarta, Kisah Tragedi ke Pengakuan UNESCO

Pameran 'Laut Kehidupan' Jeju Hadir di Jakarta, Kisah Tragedi ke Pengakuan UNESCO

Pameran 'Laut Kehidupan' Jeju Hadir di Jakarta, Kisah Tragedi ke Pengakuan UNESCO
Perempuan penyelam Jeju (Haenyeo) memamerkan hasil tangkapannya, menunjukkan ketahanan dan budaya unik pulau tersebut.
A A Ukuran Teks16px

Sejarah kelam Pulau Jeju dan ketahanan luar biasa para penyelam wanitanya kini hadir di Jakarta melalui pameran seni.

Pameran ini merupakan gelaran besar pertama di Asia Tenggara yang didedikasikan untuk pemberontakan 3 April Jeju.

>>> Rahasia Bugar Jun Ji-hyun di Usia 45: Diet Ketat dan Olahraga Intens

IN2

Peristiwa ini merupakan konflik ideologis yang terjadi antara tahun 1947 hingga 1954 dan merenggut puluhan ribu nyawa.

Pameran bertajuk “Island of Memory, Sea of Life — Jeju” dibuka pada Senin di KOREA360 Atrium.

Tujuannya adalah memperkenalkan audiens Indonesia pada sebuah tragedi yang masih menjadi salah satu babak paling menyakitkan dan abadi dalam sejarah Korea.

in2

Provinsi Jeju semakin gencar memanfaatkan galeri internasional untuk membingkai pulau tersebut.

Jeju kini tidak hanya dipandang sebagai surga wisata, tetapi juga sebagai simbol rekonsiliasi global.

Sebelumnya, pameran serupa telah diselenggarakan di Jerman, Inggris, Prancis, dan Jepang.

Kini, identitas ganda Jeju sebagai situs kekerasan massal sekaligus suaka budaya komunal dibawa ke jantung Indonesia.

Pameran ini menyoroti kisah para haenyeo, atau perempuan penyelam Jeju, yang menjadi tulang punggung ekonomi pulau tersebut.

Mereka menghadapi bahaya laut dan juga trauma sejarah.

>>> Pengusaha Muda Seoul Ubah Produk Lokal Jadi Komoditas Premium

Kehidupan mereka yang keras namun penuh semangat menjadi fokus utama pameran.

Melalui karya seni, foto, dan artefak, pengunjung diajak memahami perjuangan mereka.

Pameran ini juga menggarisbawahi upaya Jeju untuk mendapatkan pengakuan internasional, termasuk status Warisan Dunia UNESCO.

Pengakuan ini menegaskan pentingnya melestarikan budaya unik dan sejarah pulau tersebut.

Kisah Jeju menjadi pengingat akan pentingnya rekonsiliasi dan pemahaman sejarah.

Pameran ini menjadi jembatan budaya antara Korea Selatan dan Indonesia.

Ini adalah kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk belajar tentang sisi lain dari pulau yang terkenal indah ini.

Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan sejarah Jeju.

>>> Serangan Rusia di Kyiv Tewaskan 1 Orang, 31 Luka-luka

Serta memperkuat hubungan antarbudaya kedua negara.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru