Kementerian Luar Negeri Taiwan pada Kamis (14/5) menyatakan bahwa China merupakan "satu-satunya risiko" bagi perdamaian dan stabilitas regional.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden China, Xi Jinping, memperingatkan Presiden AS, Donald Trump, bahwa isu Taiwan dapat memicu konflik.
>>> Rahasia Bugar Jun Ji-hyun di Usia 45: Diet Ketat dan Olahraga Intens
Dalam sebuah pernyataan resmi, kementerian tersebut menegaskan bahwa otoritas Beijing saat ini adalah satu-satunya ancaman bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Kementerian Luar Negeri Taiwan menyoroti "pelecehan militer" dan aktivitas zona abu-abu yang dilakukan China di sekitar Taiwan dan kawasan tersebut sebagai bukti.
Aktivitas ini dinilai telah meningkatkan ketegangan dan mengganggu keseimbangan keamanan di Asia Timur.
Lebih lanjut, Taiwan menegaskan bahwa Beijing tidak memiliki hak untuk membuat klaim apa pun atas nama Taiwan di kancah internasional.
Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut antara Taiwan dan China, yang menganggap pulau itu sebagai provinsi yang memisahkan diri.
Taiwan, yang secara resmi dikenal sebagai Republik Tiongkok (ROC), memiliki pemerintahan sendiri yang demokratis dan terpisah dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dikuasai oleh Partai Komunis.
China secara konsisten menolak legitimasi Taiwan sebagai negara berdaulat dan berupaya mengisolasi Taiwan secara diplomatik.
Militer China, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), telah meningkatkan latihan militer di dekat Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.
>>> Korea Selatan Salahkan Iran atas Serangan Kapal Kargo, Siapkan "Serangan Diplomatik"
Latihan ini sering kali mencakup simulasi serangan dan penerbangan pesawat tempur di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.
Taiwan sendiri telah memperkuat pertahanannya dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, yang memiliki komitmen untuk membantu Taiwan mempertahankan diri.
Kementerian Luar Negeri Taiwan berulang kali menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengakui ancaman yang ditimbulkan oleh tindakan China.
Mereka juga menekankan pentingnya menjaga status quo di Selat Taiwan demi stabilitas regional.
Pernyataan terbaru ini kembali menegaskan posisi Taiwan dalam menghadapi tekanan dari Beijing.
Taiwan bertekad untuk mempertahankan kedaulatannya dan kebebasan demokrasinya.
Konteks regional yang lebih luas juga menjadi perhatian, mengingat Taiwan berada di persimpangan kepentingan strategis antara kekuatan besar.
Setiap eskalasi di Selat Taiwan dapat memiliki konsekuensi yang luas bagi perdagangan global dan keamanan maritim.
>>> Teks Medis Korea Pertama Beraksara Hangeul Ditetapkan Jadi Warisan Budaya
Oleh karena itu, pernyataan Taiwan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.