Korea Selatan berupaya mencari terobosan dalam upayanya untuk mendapatkan kembali kontrol operasional perang (OPCON) dari Amerika Serikat.
Upaya ini akan dilakukan melalui keputusan politik tingkat tinggi yang melibatkan kantor kepresidenan kedua negara, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut.
>>> Rahasia Bugar Jun Ji-hyun di Usia 45: Diet Ketat dan Olahraga Intens
Langkah ini diambil di tengah perbedaan pandangan antara Seoul dan Washington mengenai waktu penyerahan komando perang oleh AS kepada sekutunya.
Meskipun demikian, kedua belah pihak telah menyepakati peta jalan yang lebih luas untuk transisi OPCON.
Korea Selatan menargetkan untuk mendapatkan kembali OPCON sebelum masa jabatan Presiden Lee Jae Myung berakhir pada tahun 2030.
Ada spekulasi bahwa target pengalihan tersebut adalah pada tahun 2028.
Namun, AS dilaporkan lebih memilih jadwal yang lebih hati-hati.
Sumber tersebut menyatakan bahwa posisi Korea Selatan adalah OPCON merupakan isu yang memerlukan keputusan secara politis dan kebijakan.
Oleh karena itu, masalah ini harus ditangani di tingkat "rumah ke rumah", merujuk pada Cheong Wa Dae (kantor kepresidenan Korea Selatan) dan Gedung Putih.
>>> Korea Naikkan Denda Kapal Ikan Ilegal Lima Kali Lipat
Pengalihan OPCON ini menjadi salah satu prioritas utama dalam hubungan pertahanan kedua negara.
Hal ini mencerminkan keinginan Korea Selatan untuk memegang kendali penuh atas pertahanan Semenanjung Korea.
Diskusi tingkat tinggi diharapkan dapat menjembatani perbedaan pandangan dan menyelaraskan jadwal yang diinginkan oleh kedua negara.
Keputusan politik dari level tertinggi dianggap krusial untuk mengatasi kompleksitas teknis dan strategis yang terkait dengan pengalihan komando militer.
Fokus pada dialog antar kantor kepresidenan menunjukkan keseriusan kedua negara dalam menyelesaikan isu penting ini.
Transisi OPCON ini juga berkaitan dengan kemampuan pertahanan mandiri Korea Selatan di masa depan.
>>> Jelajahi Taman Seoul dengan Tur Budaya Joseon Dynasty
Pengambil kebijakan di kedua negara akan terus berupaya mencari titik temu demi stabilitas regional.