Korea Selatan telah menaikkan denda maksimum bagi kapal asing yang terbukti melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negara tersebut.
Langkah ini diambil sebagai upaya serius pemerintah untuk memberantas praktik penangkapan ikan ilegal, terutama yang berasal dari Tiongkok di Laut Barat.
>>> Rahasia Bugar Jun Ji-hyun di Usia 45: Diet Ketat dan Olahraga Intens
Perubahan signifikan ini diumumkan oleh Penjaga Pantai Korea Selatan pada Kamis lalu. Peraturan baru ini merupakan bagian dari revisi Undang-Undang Perikanan ZEE yang mulai berlaku pada Selasa kemarin.
Peningkatan Denda Signifikan
Sebelumnya, denda maksimum yang dikenakan untuk pelanggaran ini adalah sebesar 300 juta won.
Kini, dengan aturan yang baru, denda maksimumnya melonjak menjadi 1,5 miliar won, setara dengan sekitar 1 juta dolar Amerika Serikat.
Kenaikan denda ini merupakan respons langsung terhadap meningkatnya kasus penangkapan ikan ilegal oleh kapal-kapal Tiongkok di perairan Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Data dari Penjaga Pantai menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Statistik Penangkapan Kapal Ilegal
Tahun lalu, Penjaga Pantai Korea berhasil menyita 57 kapal penangkap ikan ilegal asal Tiongkok.
Angka ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2021, ketika sebanyak 66 kapal serupa berhasil ditangkap.
>>> Jelajahi Taman Seoul dengan Tur Budaya Joseon Dynasty
Selain peningkatan denda pokok, revisi hukum ini juga mengatur kenaikan jumlah uang jaminan yang harus dibayarkan untuk pembebasan kapal yang disita beserta awaknya.
Jaminan maksimum kini mencapai 1,5 miliar won.
Jumlah jaminan ini jauh meningkat dibandingkan sebelumnya, yang berkisar antara 150 juta hingga 300 juta won, dengan besaran yang bervariasi tergantung ukuran kapal.
Tujuan Pemberantasan Ilegal Fishing
Pemerintah Korea Selatan berharap kebijakan pengetatan denda ini dapat memberikan efek jera yang lebih kuat bagi para pelaku penangkapan ikan ilegal.
Upaya ini juga bertujuan untuk melindungi sumber daya perikanan nasional yang berkelanjutan.
Penangkapan ikan ilegal tidak hanya merusak ekosistem laut tetapi juga merugikan nelayan lokal yang beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dengan sanksi yang lebih berat, diharapkan kapal-kapal asing akan lebih patuh terhadap batas wilayah ZEE Korea Selatan.
>>> Dongwha Electrolyte Amankan Pasokan Lithium Salt Eksklusif dari Produsen China
Langkah ini menunjukkan komitmen Korea Selatan dalam menjaga kedaulatan maritim dan kelestarian sumber daya lautnya.