Iran dilaporkan telah mulai mengizinkan beberapa kapal Tiongkok untuk melintasi Selat Hormuz.
Langkah ini diambil setelah adanya pemahaman mengenai protokol manajemen yang diterapkan Iran untuk jalur perairan strategis tersebut.
>>> Rahasia Bugar Jun Ji-hyun di Usia 45: Diet Ketat dan Olahraga Intens
Demikian dilaporkan oleh kantor berita semi-resmi Fars, pada hari Kamis, mengutip sumber yang mengetahui hal tersebut.
Laporan Fars ini muncul bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Tiongkok.
Dalam kunjungan tersebut, Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk arus energi yang bebas.
Kesepakatan Strategis Iran-Tiongkok
Sumber Fars News menyebutkan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan yang diajukan oleh menteri luar negeri dan duta besar Tiongkok untuk Iran.
Teheran setuju untuk memfasilitasi kelancaran passage sejumlah kapal Tiongkok.
Hal ini sejalan dengan kemitraan strategis yang terjalin antara kedua negara.
Pembatasan Transit Sebelumnya
Sebelumnya, Iran memberlakukan pembatasan ketat terhadap transit di Selat Hormuz.
>>> 4 Perusahaan Petrokimia Korsel Diselidiki Dugaan Monopoli Harga
Pembatasan ini dimulai setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Selanjutnya, blokade pelabuhan Iran oleh AS yang dimulai beberapa hari setelah gencatan senjata yang disepakati pada awal April, semakin menambah kompleksitas situasi.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan minyak global.
Sekitar 20% minyak mentah dunia yang diangkut melalui laut, melewati selat sempit ini.
Setiap gangguan di Selat Hormuz dapat berdampak signifikan pada pasokan energi global dan harga minyak dunia.
Keputusan Iran untuk mengizinkan transit kapal Tiongkok ini dipandang sebagai langkah diplomasi penting di tengah ketegangan regional.
Ini juga menunjukkan penguatan hubungan bilateral antara Iran dan Tiongkok.
>>> Taiwan Sebut China Ancaman Tunggal bagi Perdamaian Regional
Perkembangan ini perlu terus dipantau dampaknya terhadap dinamika geopolitik di kawasan Teluk Persia.
