Semangka menjadi salah satu buah favorit saat cuaca panas, tetapi rasa manis dan teksturnya bisa sangat bervariasi. Hal ini sering membuat pembeli kesulitan memilih yang tepat.
Banyak kiat tradisional beredar, seperti mengetuk semangka untuk mendengar bunyinya atau memeriksa garis-garis dan tangkainya. Namun, adakah cara yang benar-benar bisa diandalkan?
>>> Jonathan Yiombi Selesaikan Ujian Naturalisasi Korea
Cara Ilmiah Memilih Semangka Manis
Para ahli menyarankan untuk memeriksa ukuran dan warna 'pusar' semangka, yaitu lingkaran kecil di sisi berlawanan dari tangkai.
Semakin kecil tanda tersebut, semakin besar kemungkinan daging buahnya padat.
Jika area sekitar pusar berwarna kuning tua atau oranye, itu menandakan semangka matang sempurna sebelum dipanen. Warna pucat atau putih bisa berarti buah masih kurang matang.
Saat ukuran semangka serupa, bandingkan beratnya.
Semangka yang lebih berat cenderung memiliki daging lebih padat dan kadar air tinggi, yang dapat meningkatkan rasa manis dan tekstur.
Kondisi tangkai juga bisa menjadi petunjuk.
Tangkai yang cokelat dan kering menandakan semangka punya cukup waktu untuk matang, sedangkan tangkai hijau segar mengindikasikan buah dipetik terlalu awal.
Lalu, bagaimana dengan kebiasaan mengetuk?
Para ahli mengatakan mengetuk saja tidak cukup akurat untuk menentukan kemanisan, dan bunyi bisa ditafsirkan berbeda oleh setiap orang.
Kepercayaan bahwa semangka bertepung putih di permukaan lebih manis juga tidak berdasar ilmiah. Penelitian menunjukkan zat putih itu adalah silika.
Gagasan bahwa garis-garis lebih gelap dan banyak menandakan rasa lebih baik juga tidak bisa diandalkan, karena pola garis tergantung pada varietas semangka.
>>> Moon Dai-won, Grandmaster Taekwondo yang Perkenalkan Olahraga Ini ke Meksiko, Meninggal di Usia 83
Semangka kaya akan air serta vitamin A, B, dan C, sehingga cocok untuk menghilangkan lelah dan mendinginkan tubuh saat musim panas.