Bagian ini menelusuri bagaimana bahasa visual modern pasca-kubisme dibayangkan ulang melalui realitas dan sensibilitas Korea.
>>> KTO Gunakan Big Data untuk Wujudkan 30 Juta Turis Asing pada 2028
Seniman Korea mengembangkan idiom sendiri di tengah sejarah pascaperang yang penuh gejolak, dengan elemen khas seperti sapuan kuas yang mengingatkan pada tinta tradisional.
Ketua Yayasan Budaya Hanwha, Lee Sung-soo, mengatakan museum ini adalah hasil persiapan bertahun-tahun untuk menghadirkan institusi seni modern kelas dunia ke Seoul.
Ia menyebutnya sebagai "landmark budaya dan seni utama lainnya di Seoul."
Presiden Centre Pompidou, Laurent Le Bon, menambahkan bahwa proyek ini tumbuh dari persahabatan Prancis-Korea yang mendalam.
"Kami merayakan ulang tahun ke-140 saat bangunan megah ini dibuka untuk umum," ujarnya.
Direktur pameran Yayasan Budaya Hanwha, Lim Keun-hye, mengatakan museum bertujuan membangun kerangka strategis untuk memperkenalkan seni Korea melalui tema yang selaras dengan koleksi Pompidou.
Ini termasuk memasangkan maestro global dengan seniman Korea baru dan menggunakan jaringan internasional untuk membantu seniman domestik mendapatkan eksposur lebih luas.
Pameran "The Cubists: Inventing Modern Vision" akan berlangsung dari 4 Juni hingga 4 Oktober 2026. Tiket dapat dibeli secara online atau di lokasi museum.
Dalam pameran ini, pengunjung dapat melihat eksperimen awal Pablo Picasso dan Georges Braque, diikuti karya Fernand Léger, Juan Gris, dan Robert Delaunay yang menggambarkan penyebaran internasional dan variasi pascaperang genre ini.
Bagian khusus "KOREA FOCUS" menyajikan 21 karya dari 11 seniman Korea, termasuk Kim Whanki, Yoo Young-kuk, Park Re-hyun, Lee Soo-auck, dan Ham Dae-jung, yang dipajang berdampingan dengan warisan kubisme Eropa untuk menyoroti pengaruh langsung dan perkembangan independen.
Kurator senior Cho Ju-hyun mengatakan bagian mezzanine ini dirancang "untuk menjadi semacam jembatan" antara dua dunia, membayangkan ruang di mana seniman Korea "memperkenalkan karya mereka sendiri sambil bertemu lukisan kubis dan avant-garde dari Paris."
>>> Jonathan Yiombi Selesaikan Ujian Naturalisasi Korea
Bagian ini mengikuti seniman yang menyerap struktur kubisme namun mengembangkan idiom sendiri di tengah sejarah pascaperang Korea yang penuh gejolak, dengan elemen khas seperti sapuan kuas yang mengingatkan pada tinta tradisional.