unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle KTO Gunakan Big Data untuk Wujudkan 30 Juta Turis Asing pada 2028

KTO Gunakan Big Data untuk Wujudkan 30 Juta Turis Asing pada 2028

KTO Gunakan Big Data untuk Wujudkan 30 Juta Turis Asing pada 2028
Presiden KTO Park Sung-hyeuck berbicara dalam forum data pariwisata di Seoul
A A Ukuran Teks16px

Korea Tourism Organization (KTO) menargetkan 30 juta wisatawan asing pada 2028, setahun lebih cepat dari target pemerintah.

Target ini akan dicapai dengan memanfaatkan big data untuk merevitalisasi pariwisata daerah dan strategi pasar.

>>> Jonathan Yiombi Selesaikan Ujian Naturalisasi Korea

IN2

Presiden KTO Park Sung-hyeuck menyampaikan hal tersebut dalam forum data yang digelar di Seoul, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, data yang tepat dan tepat waktu serta kemampuan analisis pasar yang tajam menjadi alat penting untuk mencapai target ambisius ini.

Tahun lalu, Korea menarik sekitar 19 juta turis asing. Pemerintah sebelumnya menargetkan 30 juta wisatawan pada 2029.

in2

KTO berupaya mempercepat pencapaian tersebut dengan pendekatan berbasis data.

Laporan Baru untuk Analisis Tren Wisatawan

KTO menggelar seminar data untuk merespons perubahan cepat di industri pariwisata, terutama meningkatnya jumlah wisatawan independen.

Badan tersebut menekankan bahwa wawasan berbasis data sangat penting untuk beralih dari pemasaran pariwisata konvensional menuju model pertumbuhan berkelanjutan.

Untuk mendukung industri, KTO meluncurkan laporan triwulanan baru berjudul "Korean Tourism These Days".

Edisi perdana menggabungkan data konsumsi, telekomunikasi, dan media sosial dari 26 negara untuk menganalisis permintaan wisatawan yang terus berubah.

Contohnya, wisatawan asing muda yang mengunjungi pertunjukan budaya di Gwanghwamun lalu berpindah ke kafe terkenal di lingkungan Seongsu-dong, Seoul.

Pola perjalanan seperti ini dapat diidentifikasi melalui data.

"Kami tidak bisa lagi meningkatkan daya saing pariwisata Korea hanya berdasarkan intuisi dan pengalaman masa lalu," ujar Park.

Ia menambahkan bahwa Korea Tourism Data Lab milik KTO telah menjadi pusat data kelas dunia dan sedang ditingkatkan dengan fungsi pencarian bahasa alami berbasis AI untuk memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru