"Island Story" oleh Lee Kyung-sung
Berlatar di Pulau Jeju, "Island Story" menghadapi warisan traumatis Pemberontakan dan Pembantaian 3 April, salah satu episode paling tragis dalam sejarah modern Korea.
Di atas panggung, lanskap Jeju direkonstruksi melalui kesaksian para korban dan keturunan mereka, mengubah kesedihan pribadi yang terbungkam menjadi memori publik bersama.
"1 Degree Celsius" oleh Her Sung-im
Koreografer Her Sung-im menempatkan panggung di dalam krisis iklim, bertanya bagaimana seni dapat mendorong aksi terhadap perubahan lingkungan.
Diperankan oleh tujuh penari, karya ini dibangun dari gerakan berjalan sederhana menjadi koreografi yang mendorong batas antara alam dan kota, diiringi musik elektronik.
>>> Busan Rayakan 150 Tahun Sejarah Maritim dengan Festival Budaya Global
"KIN: Yeonhee Project I" oleh Liquid Sound
Menggali yeonhee—bentuk hiburan tradisional yang menggabungkan tari, sirkus, dan perkusi—"KIN: Yeonhee Project I" membongkar dan merakit kembali pertunjukan rakyat Korea.
Dengan set minimal, kostum berani, dan gerakan energik, karya ini memadukan gerakan tradisional dengan ide eksperimental.
"Cuckoo" oleh Koo Ja-ha
Mengambil judul dari merek penanak nasi Korea yang populer, "Cuckoo" dimulai dengan suara penanak nasi yang mengumumkan nasi matang, untuk mengeksplorasi isolasi, ketidakberdayaan, dan luka krisis keuangan Asia akhir 1990-an serta dana talangan IMF.
Melalui percakapan imajiner dengan tiga penanak nasi, penulis-sutradara Koo Ja-ha merajut kisah pribadi dan konteks politik.
"The History of Korean Western Theatre" oleh Koo Ja-ha
Menandai 100 tahun teater modern Korea, karya ini mempertanyakan mengapa pengaruh Barat—dan tokoh seperti William Shakespeare—masih mendominasi sementara ruang untuk tradisi Korea semakin sempit.
Sebagai bagian terakhir dari trilogi Koo, karya ini menyelidiki sensor diri dan retakan nilai-nilai Konfusianisme modern.