Namun, Dipke yakin gerakan ini tidak akan berhenti di dunia maya. “Ini adalah gerakan yang telah tiba di India… akan mengubah wacana politik,” ujarnya.
Mulai Merambah ke Dunia Nyata
Gerakan ini perlahan mulai turun ke jalan. Beberapa relawan muda muncul dalam protes dengan kostum kecoa.
Tak pelak, reaksi keras pun mulai terlihat.
Pada Kamis, Dipke menulis di X bahwa akun CJP yang memiliki sekitar 200.000 pengikut telah dibatasi di India.
Alasan pembatasan itu belum jelas.
Beberapa menit kemudian, Dipke mengumumkan akun baru dengan poster bertuliskan “Kecoa Kembali”. Unggahan itu menambahkan: “Kamu pikir bisa menyingkirkan kami?
Lol.”
Dipke mengatakan bahwa tekanan terhadap anak muda sangat akut di India, di mana kaum muda merupakan lebih dari seperempat populasi, namun banyak yang menghadapi kelangkaan lapangan kerja, pengangguran yang terus-menerus, dan frustrasi yang meningkat terhadap partai politik tradisional.
>>> Trump Tolak Sistem Tol di Selat Hormuz, Sebut Jalur Internasional
Banyak pemilih muda juga marah terhadap partai nasionalis Hindu pimpinan Modi atas isu-isu termasuk polarisasi agama yang meningkat, kesenjangan yang melebar, dan tekanan ekonomi.