unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Umumkan Kirim 5.000 Tentara Tambahan ke Polandia, Picu Kebingungan

Trump Umumkan Kirim 5.000 Tentara Tambahan ke Polandia, Picu Kebingungan

Trump Umumkan Kirim 5.000 Tentara Tambahan ke Polandia, Picu Kebingungan
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Polandia Karol Nawrocki menyaksikan fly-over jet militer AS di Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (21/5/2026) mengumumkan bahwa negaranya akan mengirim 5.000 tentara tambahan ke Polandia.

Pengumuman ini memicu kebingungan setelah berminggu-minggu pernyataan Trump dan pemerintahannya tentang pengurangan — bukan penambahan — kehadiran militer AS di Eropa.

>>> Kaum Muda India Berbondong-Bondong ke Partai Politik Kecoa

IN2

Kebijakan yang Bertolak Belakang

Pemerintahan Trump sebelumnya mengatakan akan mengurangi jumlah pasukan di Eropa sekitar 5.000 personel.

Pejabat AS mengonfirmasi sekitar 4.000 personel militer tidak lagi dikerahkan ke Polandia.

Pengumuman Trump di media sosial Truth Social menimbulkan ketidakpastian lebih besar bagi sekutu Eropa yang sudah terkejut dengan perubahan tersebut.

in2

“Berdasarkan keberhasilan Pemilihan Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang saya bangga dukung, dan hubungan kami dengannya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirim 5.000 Tentara tambahan ke Polandia,” tulis Trump.

Trump dan Pentagon dalam beberapa pekan terakhir mengatakan mereka akan menarik setidaknya 5.000 tentara dari Jerman setelah Kanselir Friedrich Merz menyatakan AS “dipermalukan” oleh kepemimpinan Iran dan mengkritik kurangnya strategi dalam perang tersebut.

Trump kemudian mengatakan kepada wartawan pada awal bulan bahwa AS akan “memotong lebih jauh dari 5.000.”

Pengerahan yang Tertunda

Pada pekan lalu, sekitar 4.000 tentara dari Brigade Lapis Baja ke-2, Divisi Kavaleri ke-1 tidak lagi dalam perjalanan ke Polandia.

Associated Press melaporkan bahwa pembatalan pengerahan itu merupakan bagian dari upaya mematuhi perintah Trump untuk mengurangi jumlah pasukan di Eropa.

Pengerahan personel yang dilatih untuk menembakkan rudal jarak jauh ke Jerman juga dihentikan.

Anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik sama-sama mengkritik pengurangan tersebut sebagai sinyal yang salah bagi sekutu dan Presiden Rusia Vladimir Putin selama perang di Ukraina yang telah berlangsung empat tahun.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru