Rusia melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke Kyiv pada Minggu pagi, menewaskan empat orang.
Serangan ini terjadi setelah Presiden Vladimir Putin mengancam akan membalas serangan Ukraina di wilayah timur yang diduduki Rusia.
>>> Gedung Konstruksi Runtuh di Filipina, 1 Tewas dan 21 Terjebak
Ledakan keras terdengar berkali-kali di ibu kota Ukraina sejak dini hari. Angkatan udara Ukraina melaporkan serangan itu melibatkan 600 drone dan 90 rudal.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan dua orang tewas di ibu kota dan puluhan lainnya luka-luka. Sementara itu, kepala wilayah Kyiv melaporkan dua orang tewas di daerah sekitarnya.
Pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat 549 drone dan 55 rudal.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia menembakkan rudal hipersonik Oreshnik yang mampu membawa hulu ledak nuklir dan melukai 69 orang di ibu kota.
“Tiga rudal Rusia menghantam fasilitas pasokan air, sebuah pasar terbakar, puluhan bangunan tempat tinggal rusak, beberapa sekolah biasa, dan dia (Putin) meluncurkan Oreshnik-nya ke Bila Tserkva (di Ukraina tengah),” tulis Zelensky di Telegram.
“Mereka benar-benar gila.”
Angkatan bersenjata Rusia mengkonfirmasi telah meluncurkan Oreshnik ke Ukraina. Mereka mengatakan itu sebagai “respons atas serangan teroris Ukraina terhadap infrastruktur sipil di wilayah Rusia.”
>>> Macron Kecam Serangan Rudal Oreshnik Rusia di Ukraina
Ledakan di ibu kota menyebabkan sebuah bangunan tempat tinggal di dekat kawasan pemerintahan berguncang. Puluhan orang berlindung di stasiun metro bawah tanah di pusat kota.
“Rusia menemui jalan buntu di medan perang, jadi mereka meneror Ukraina dengan serangan yang disengaja ke pusat kota,” tulis diplomat tinggi Uni Eropa Kaja Kallas di X.
“Penggunaan rudal balistik jarak menengah Oreshnik oleh Moskow — sistem yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir — adalah taktik menakut-nakuti politik dan kecerobohan nuklir yang nekat.”
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengkritik serangan itu. Ia mengatakan serangan tersebut menandakan “jalan buntu perang agresi Rusia.”
Klitschko mengatakan kerusakan tercatat di setiap distrik di Kyiv.
Sebuah serangan ke sekolah memicu kebakaran, dan serangan lain ke pusat bisnis menyebabkan orang terjebak di tempat perlindungan.
Gedung yang menaungi studio penyiar Jerman ARD juga rusak, demikian pernyataan outlet tersebut.
>>> Bom Dahsyat Meledak di Dekat Rel Kereta Api di Pakistan Barat Daya, 30+ Terluka
Otoritas Ukraina mengatakan serangan Rusia juga melukai 12 orang di wilayah Kharkiv, 11 di wilayah Cherkasy, dan tujuh di wilayah Dnipropetrovsk.