Kerja Sama Global untuk Warisan Geologi
Huh Min dalam sambutannya menyatakan keinginan membangun kerangka kerja sama internasional baru. Tujuannya agar perlindungan warisan geologi menjadi fokus utama konservasi alam abad ke-21.
KGA merujuk pada elemen geologi penting secara internasional seperti fosil, mineral, dan bentang alam unik yang vital untuk memahami sejarah bumi.
Korea saat ini memiliki dua Situs Warisan Dunia Alam: Pulau Vulkanik Jeju dan Lava Tube, serta Getbol, Dataran Pasang Surut Korea.
Korea juga berencana menambahkan situs fosil dinosaurus di sepanjang pantai selatan.
Simposium ini merupakan acara internasional pertama yang didedikasikan untuk menetapkan standar global dan platform kerja sama bagi KGA.
Robbert Casier dari IUCN menekankan peran penting Korea sebagai ketua sesi UNESCO tahun ini. Ia menyebut hanya sedikit negara Asia yang pernah memimpin Komite Warisan Dunia.
Casier juga mengapresiasi KHS sebagai satu-satunya lembaga pemerintah yang mendukung penuh resolusi KGA pada Kongres Konservasi Dunia tahun lalu.
Dengan 40 persen negara tidak memiliki Situs Warisan Dunia Alam, program KGA diharapkan mengisi kesenjangan tersebut.
José Brilha menambahkan bahwa alat internasional diperlukan untuk mengakui lebih banyak situs geologi penting. Korea, menurutnya, mengambil peran utama dalam inisiatif global ini.
>>> Pariwisata Bebas Hambatan Semakin Berkembang di Korea
Selama Sesi Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48, situs Warisan Dunia Alam diperkirakan menjadi fokus utama.