Hamas mengonfirmasi bahwa Mohammed Odeh, pemimpin baru sayap militer kelompok tersebut, tewas dalam serangan udara Israel di Gaza City pada Selasa (27/5).
Odeh meninggal bersama istri dan dua anaknya dalam serangan di sebuah pasar, menurut pernyataan Hamas.
>>> Kebijakan Imigrasi Baru Trump Persulit Jalur Menuju Green Card
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya mengumumkan bahwa militer Israel menargetkan dan membunuh Odeh.
Serangan itu terjadi menjelang Iduladha, hari raya besar umat Islam.
Rumah sakit setempat melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan 12 terluka dalam serangan Selasa tersebut.
Pada Rabu malam, serangan lebih lanjut di Gaza City menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk dua anak-anak dan seorang wanita.
Lebih dari 20 orang terluka, termasuk beberapa anak-anak, menurut Rumah Sakit Shifa.
Video dari lokasi kejadian menunjukkan api berkobar dari jendela lantai atas sebuah gedung dan warga bergegas membawa korban luka ke ambulans.
Militer Israel mengatakan pada Rabu malam telah melancarkan serangan di Gaza utara yang menargetkan dua militan Hamas.
Ribuan orang berkumpul pada Rabu untuk pemakaman bersama keluarga Odeh di Gaza City.
Para pelayat menutupi empat jenazah dengan bendera hijau Hamas dan berarak dari masjid, sambil meneriakkan yel-yel dan menembak ke udara.
Beberapa membawa poster bergambar Odeh dengan tulisan "salah satu kepala staf Brigade Qassam", merujuk pada sayap militer Hamas.
Hamas mengecam serangan itu dan mengatakan Odeh telah aktif bersama kelompok tersebut selama lebih dari tiga dekade.
Ia merupakan bagian dari generasi pertama yang membantu mendirikan sayap militer dan bersenjata gerakan itu.
Katz menyebut Odeh sebagai "salah satu arsitek" serangan 7 Oktober 2023 di Israel selatan yang memicu perang lebih dari dua tahun di Gaza.