Ukraina akan membeli 20 jet tempur Gripen E baru dari Swedia. Swedia juga akan mendonasikan 16 unit Gripen model lama tahun depan.
Kesepakatan ini diumumkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson dalam konferensi pers bersama di pangkalan udara Uppsala, Kamis (28/5/2026).
>>> UPDATE BACA Lookism Chapter 609 sub indo Bahasa Indonesia English raw
Kedua pemimpin telah menandatangani nota kesepahaman tahun lalu. Nota itu membuka jalan bagi Swedia untuk menjual hingga 150 jet Gripen E ke Ukraina.
Namun pengiriman model baru masih memakan waktu beberapa tahun. Donasi model C/D menjadi solusi sementara untuk pertahanan udara Ukraina.
"Gripen adalah pilihan terbaik dan optimal untuk Ukraina. Hari ini kami mengambil langkah besar berikutnya dalam perjalanan bersama ini," kata Kristersson.
Zelenskyy menambahkan, "Kami membutuhkan jet ini. Ini benar-benar halaman baru bagi Ukraina."
Ia berencana membeli seluruh 150 jet sesuai nota kesepahaman.
"Tuhan memberkati, kami akan memiliki cukup dana untuk ini," ujarnya.
Ukraina telah mengalokasikan 2,5 miliar euro dari paket pinjaman Uni Eropa senilai 90 miliar euro untuk pesawat tersebut.
>>> Iran Guards Ancam 'Respons Tegas' Jika AS Kembali Serang
Pengiriman model baru diharapkan mencapai Ukraina mulai tahun 2030.
Saham Saab naik 4,4% pada pukul 11.41 GMT, menjadi top gainer di Eropa. CEO Saab Micael Johansson menyebut ini hari besar bagi perusahaan.
"Semakin banyak negara memilih Gripen dan mulai mengoperasikannya, semakin banyak orang memahami kemampuan fantastis ini," kata Johansson.
Swedia merupakan salah satu kontributor terbesar bagi Ukraina. Negara itu telah mengirim bantuan militer dan sipil senilai 128 miliar kronor Swedia ($13,75 miliar).
Swedia juga menyiapkan 80 miliar kronor bantuan untuk tahun ini dan tahun depan.
Angkatan udara Ukraina terdiri dari campuran pesawat buatan Soviet dan Barat. Gripen dianggap sebagai alternatif hemat biaya dibandingkan F-35 Amerika yang lebih canggih.
Jet ini mudah dan cepat dirawat serta bisa beroperasi dari pangkalan udara tersebar seperti jalan raya biasa.
>>> UE: Tidak Dapat Diterima Turki Kecualikan Siprus dari Briefing COP31
Bagi Swedia, kesepakatan ini membuka peluang memanfaatkan industri pertahanan yang permintaannya melonjak sejak invasi Rusia ke Ukraina.
