Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menolak syarat Trump. Ia mengatakan republik Islam "telah mengucapkan selamat tinggal pada bahasa 'harus' 47 tahun lalu."
Pertukaran pesan terus berlanjut, tetapi "belum ada kesepakatan akhir yang dicapai," tambahnya.
Dalam unggahan media sosialnya, Trump mengatakan Teheran akan membersihkan ranjau dari Selat Hormuz dan mengakhiri penutupan jalur air tersebut tanpa biaya.
>>> Trump Hanya Akan Buat Kesepakatan Iran yang 'Baik' dan Penuhi 'Redlines'
Sementara AS akan mencabut blokade pelabuhan Iran. Kedua negara juga akan berkoordinasi untuk menghancurkan uranium yang diperkaya Iran.
"Tidak ada uang yang akan dipertukarkan, sampai pemberitahuan lebih lanjut," katanya.
Namun, kantor berita Iran Fars mengutip sumber yang mengatakan Teheran menuntut "pembebasan segera $12 miliar" sebelum melanjutkan ke tahap negosiasi berikutnya.
Televisi pemerintah Iran pada Sabtu mengatakan draf nota kesepahaman "tidak resmi" menyebutkan AS setuju untuk membebaskan aset beku senilai $12 miliar.
Gedung Putih sebelumnya menolak klaim tersebut sebagai "rekayasa."
Mengenai pembukaan kembali Hormuz tanpa biaya, sumber yang dikutip Fars mengatakan "tidak ada klausul seperti itu dalam teks perjanjian."
Sementara komentar Trump tentang penghancuran material nuklir Iran "pada dasarnya tidak berdasar."
Kantor berita ISNA mengutip anggota parlemen Alireza Salimi yang mengatakan rencana "untuk menerapkan manajemen dan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz akan segera disetujui parlemen."
Sementara itu, kantor berita Tasnim mengatakan blokade AS di selat tersebut masih berlaku dan kapal-kapal "menerima peringatan dari CENTCOM untuk berhenti dan tidak melintasi garis blokade."
Pertempuran di Lebanon
Pertempuran terus berlanjut di front Lebanon, meskipun ada gencatan senjata terpisah. Militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk lebih banyak desa di Lebanon selatan pada Sabtu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan Israel telah mendorong lebih dari 30 kilometer ke dalam negeri.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menuduh Israel menerapkan "kebijakan bumi hangus dan hukuman kolektif" di selatan negaranya. Ia menyerukan "gencatan senjata yang cepat dan nyata."
Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 17 April tetapi tidak pernah dipatuhi. Kedua pihak saling menuduh melanggarnya.
Pada awal Maret, Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan roket ke Israel setelah pembunuhan pemimpin tertinggi Iran oleh AS-Israel, yang memicu serangan Israel di seluruh Lebanon dan invasi darat.
>>> Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Soal Nuklir Saat Ini
Israel dan Lebanon memulai perundingan langsung pada April, dengan putaran keempat diharapkan pekan depan.