unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Peringatkan Mampu Kembali Berperang dengan Iran Saat Kesepakatan Masih Sulit

AS Peringatkan Mampu Kembali Berperang dengan Iran Saat Kesepakatan Masih Sulit

AS Peringatkan Mampu Kembali Berperang dengan Iran Saat Kesepakatan Masih Sulit
Ilustrasi hubungan AS dan Iran terkait ancaman perang dan negosiasi
A A Ukuran Teks16px

Washington – Amerika Serikat memperingatkan pada Sabtu bahwa mereka "lebih dari mampu" untuk melanjutkan perang dengan Iran.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa setiap kesepakatan damai harus mematuhi garis merahnya, termasuk larangan Iran mengembangkan senjata nuklir.

>>> Pidato Hegseth di Shangri-La: Sikap Tegas tapi Hati-hati soal China

IN2

Gedung Putih sebelumnya mengisyaratkan Trump hampir mengambil keputusan mengenai potensi kesepakatan. Namun, Teheran membantah adanya kesepakatan akhir untuk mengakhiri konflik.

Sumber AS mengatakan kepada AFP bahwa kesepakatan menunggu persetujuan Trump. Namun, ia tidak membuat keputusan setelah pertemuan di Situation Room Gedung Putih pada Jumat.

Pernyataan Pentagon dan CENTCOM

Menteri Pertahanan Pete Hegseth, saat menghadiri pertemuan puncak pertahanan di Singapura, mengatakan pada Sabtu bahwa Washington "lebih dari mampu" untuk memulai kembali perang jika diperlukan.

in2

"Persediaan kami lebih dari cukup untuk itu," ujarnya.

Komando Pusat AS (CENTCOM) memposting di X bahwa pasukan Amerika "tetap hadir dan waspada di seluruh kawasan."

Meskipun gencatan senjata sebagian besar bertahan sejak April, kadang-kadang terjadi ketegangan.

Kantor berita Iran IRNA mengatakan pertahanan udara menembak jatuh sebuah drone "milik musuh agresif AS-Zionis" pada Sabtu, mengutip militer.

Negosiasi dan Syarat Trump

Diplomasi terus berlanjut, termasuk untuk menghentikan pertempuran paralel di Lebanon. Iran bersikeras agar Lebanon menjadi bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Trump mengatakan prioritasnya untuk kesepakatan mencakup Iran setuju untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz yang diblokade.

"Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang baik bagi Amerika dan memenuhi garis merahnya," kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP.

"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir."

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru