Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyampaikan pidato utama di Shangri-La Dialogue di Singapura, Sabtu (30/5/2025).
Acara ini berlangsung dua pekan setelah pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
>>> Trump Hanya Akan Buat Kesepakatan Iran yang 'Baik' dan Penuhi 'Redlines'
Pidato Hegseth dinilai sebagai indikator hasil pertemuan kedua pemimpin tersebut. Berikut poin-poin utama dari pidato Hegseth.
Sikap terhadap China
Hegseth menyebut China melakukan pembangunan militer yang bersejarah. Ia menegaskan strategi AS di Pasifik berpusat pada pencegahan melalui penolakan di sepanjang rantai pulau pertama.
Namun, nada pidatonya jauh lebih lunak dibanding tahun lalu. Ia mengatakan hubungan AS-China lebih baik daripada beberapa tahun terakhir dan memuji pertemuan Xi-Trump sebagai bersejarah.
Ia juga menekankan perlunya memperluas komunikasi militer untuk mengurangi risiko kesalahan perhitungan. AS tidak akan menanggapi tantangan aktivitas militer China dengan konfrontasi yang tidak perlu.
Penjualan senjata ke Taiwan
Dalam pidato tahun lalu, Taiwan disebut lima kali. Namun tahun ini, Taiwan tidak disebut sama sekali dalam pidato utama Hegseth.
Dalam sesi tanya jawab, ia ditanya tentang penjualan senjata ke Taiwan. Hegseth menjawab keputusan ada di tangan Trump dan tidak ada perubahan status terkait Taiwan.
Trump belum menyetujui penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS ke Taiwan. Beijing telah berulang kali memperingatkan Washington untuk berhati-hati dalam masalah ini.
Perundingan damai Iran
Meskipun menyebut perang Iran di awal pidato, Hegseth tidak membahas perundingan damai AS dengan Teheran. Kedua pihak mendekati kesepakatan tetapi masih ada ketidakpastian.
>>> Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Soal Nuklir Saat Ini
Dalam sesi tanya jawab, Hegseth mengatakan Trump sabar dalam mengejar kesepakatan. Ia menegaskan setiap kesepakatan harus menguntungkan.
