Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) menyoroti efektivitas PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam mencegah underinvoicing pada ekspor batu bara hingga feronikel (FeNi).
Ketua IMEF Singgih Widagdo menilai peran DSI sebagai sistem pemantau ekspor komoditas strategis belum menjawab persoalan underinvoicing secara optimal.
>>> Calon Suami Jesslyn Wijaya Kerja Apa? Ini Sosok Evan yang Ikut Kawal Dugaan Penculikan Atlet Golf
Menurutnya, definisi underinvoicing yang akan ditindak DSI masih ambigu karena penetapan harga merupakan keputusan strategis korporasi yang dipengaruhi berbagai aspek teknis.
Sistem Pemantauan ESDM Dinilai Sudah Cukup
Singgih menduga pemerintah membatasi tugas DSI sebagai agen perantara karena sistem pemantauan ekspor Kementerian ESDM melalui Simbara dinilai sudah berjalan baik.
>>> DPO Pengedar Obat Keras Lintas Provinsi Ditangkap di Serang, Polisi Sita 5.410 Butir
Ia menambahkan, jika aspek kontrak dan teknik tetap ditangani eksportir, hal itu mempertegas bahwa sistem yang dijalankan ESDM selama ini sudah cukup memadai.
>>> Kurangi Ketergantungan Dolar, RI Targetkan Pendanaan US$1 Miliar dari China
"Saya melihatnya akhirnya apa yang digaungkan munculnya underinvoicing menjadi tidak terjawab," kata Singgih saat dihubungi pada Rabu (22/7/2026).
