Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) menyoroti efektivitas PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam mencegah underinvoicing pada ekspor batu bara hingga feronikel (FeNi).
Ketua IMEF Singgih Widagdo menilai peran DSI sebagai sistem pemantau ekspor komoditas strategis belum menjawab persoalan underinvoicing secara optimal.
Menurutnya, definisi underinvoicing yang akan ditindak DSI masih ambigu karena penetapan harga merupakan keputusan strategis korporasi yang dipengaruhi berbagai aspek teknis.
Sistem Pemantauan ESDM Dinilai Sudah Cukup
Singgih menduga pemerintah membatasi tugas DSI sebagai agen perantara karena sistem pemantauan ekspor Kementerian ESDM melalui Simbara dinilai sudah berjalan baik.
Ia menambahkan, jika aspek kontrak dan teknik tetap ditangani eksportir, hal itu mempertegas bahwa sistem yang dijalankan ESDM selama ini sudah cukup memadai.
"Saya melihatnya akhirnya apa yang digaungkan munculnya underinvoicing menjadi tidak terjawab," kata Singgih saat dihubungi pada Rabu (22/7/2026).