Menurut Huang, salah satu tantangan terbesar dalam robotika adalah mengumpulkan data pelatihan yang cukup berguna.
Cosmos 3 dapat memahami perspektif orang ketiga dan orang pertama, membantu menghasilkan data pelatihan yang berpusat pada robot.
Ekspansi ke Luar China
Nvidia juga mengungkapkan rencana untuk memperluas kemitraan robot humanoid di luar China.
Perusahaan tengah mencari kerja sama dengan pembuat robot di Amerika Serikat, Eropa, dan Korea Selatan, meskipun nama mitra belum diumumkan.
Tujuannya adalah menciptakan platform robot standar dengan fitur keamanan bawaan seperti Secure Boot dan Confidential Computing.
Ini membantu memastikan hanya perangkat lunak terverifikasi yang dapat berjalan di mesin tersebut.
Pasar Robot Humanoid yang Berkembang
Pengumuman ini datang saat minat terhadap robot humanoid terus meningkat.
Analis Morgan Stanley memperkirakan penjualan robot humanoid China akan melampaui 28.000 unit pada 2026, berpotensi menjadikannya pasar terbesar dunia untuk teknologi ini.
Dengan H2+, Cosmos 3, dan kemitraan internasional baru, Nvidia memposisikan diri di pusat industri robotika humanoid yang berkembang pesat.
>>> Microsoft Resmi Luncurkan Surface Laptop Ultra dengan NVIDIA RTX Spark dan Layar Tercerah
Perusahaan memasok perangkat keras AI, perangkat lunak, dan alat pengembangan yang dapat mendukung generasi berikutnya dari mesin cerdas.