unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Mitos atau Fakta: Menutup Aplikasi di Background Bikin HP Lebih Cepat?

Mitos atau Fakta: Menutup Aplikasi di Background Bikin HP Lebih Cepat?

Mitos atau Fakta: Menutup Aplikasi di Background Bikin HP Lebih Cepat?
Mitos atau Fakta: Apakah Menutup Aplikasi di Background Bikin HP Lebih Cepat?
A A Ukuran Teks16px

Bagi sebagian besar pengguna smartphone, menutup aplikasi yang berjalan di latar belakang sudah menjadi refleks.

Setelah selesai menggunakan Instagram, WhatsApp, atau YouTube, banyak yang langsung membersihkan daftar aplikasi dengan harapan RAM lega dan HP tidak lemot.

>>> Lebih dari Sekadar Cek Saldo, Ini Deretan Fungsi NFC yang Jarang Diketahui

IN2

Namun, apakah kebiasaan ini benar-benar efektif? Alih-alih membuat HP makin ngebut, menutup aplikasi secara paksa justru bisa memberikan efek sebaliknya.

Cara Sistem Operasi Mengelola RAM

Untuk memahami mengapa kebiasaan ini kurang tepat, kita perlu melihat cara kerja sistem operasi modern seperti Android dan iOS dalam mengelola memori.

Berbeda dengan komputer jadul yang melambat jika membuka banyak program, sistem operasi smartphone masa kini sudah dirancang sangat cerdas.

in2

Saat Anda keluar dari aplikasi dan kembali ke halaman utama, aplikasi tidak benar-benar berjalan aktif. Sistem mengubah statusnya menjadi "membeku" atau cached.

Dalam kondisi ini, aplikasi disimpan di RAM agar ketika dibuka kembali, proses loading berjalan instan. Prinsip utama RAM pada smartphone adalah "Free RAM is wasted RAM".

Sistem justru sengaja memenuhi RAM dengan aplikasi yang sering digunakan agar performa ponsel terasa mulus.

Dampak Negatif Sering Menutup Aplikasi

Ketika Anda memaksa tutup aplikasi dari menu recent apps, aplikasi tersebut benar-benar dihapus dari memori RAM.

Efek buruknya terasa saat Anda ingin membuka kembali aplikasi itu beberapa menit kemudian.

>>> Mengapa Baterai HP Baru Justru Terasa Cepat Habis? Ini Penyebab dan Solusinya

Pertama, beban kerja prosesor meningkat.

Saat aplikasi dibuka dari kondisi mati total, CPU harus bekerja ekstra keras memuat ulang seluruh data, grafis, dan skrip ke dalam RAM.

Kedua, baterai lebih cepat habis.

Tarikan daya saat prosesor bekerja keras memuat ulang aplikasi justru memakan konsumsi baterai lebih besar dibandingkan jika aplikasi dibiarkan tertidur di background.

Ketiga, respons HP menjadi lambat.

Anda harus menunggu beberapa detik ekstra untuk proses loading ulang, yang membuat pengalaman menggunakan HP terasa kurang gegas.

Ibarat menyalakan dan mematikan mesin mobil di lampu merah yang durasinya hanya 10 detik.

>>> Mengapa HP Tetap Panas Meski Tidak Digunakan? Ini Penyebabnya

Mematikan mesin lalu menyalakannya lagi justru membakar bensin lebih banyak daripada membiarkan mesin menyala dalam kondisi stasioner.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru