unique visitors counter
⌂ Beranda News Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Batal Jika Israel Terus Serang Lebanon

Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Batal Jika Israel Terus Serang Lebanon

Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Batal Jika Israel Terus Serang Lebanon
Personel keamanan Israel memindai langit untuk drone FPV di Metula, Israel utara
A A Ukuran Teks16px

Televisi pemerintah Iran pada Senin (2/6) menyatakan bahwa gencatan senjata yang disepakati antara Iran dan Amerika Serikat pada awal April sangat mungkin berakhir jika serangan Israel terhadap Hizbullah yang didukung Tehran di Lebanon terus berlanjut.

Pernyataan itu disampaikan tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

>>> Nvidia Luncurkan Chip RTX Spark untuk Bawa AI ke PC

IN2

Sebelumnya, kantor berita resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Tehran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan AS setelah Israel memerintahkan pasukannya untuk masuk lebih dalam ke Lebanon.

Langkah ini mempersulit upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung tiga bulan.

Tasnim mengatakan tim negosiator Republik Islam Iran berhenti bertukar pesan dengan Washington melalui mediator terkait serangan di Lebanon.

in2

Dalam konflik tersebut, perang AS-Israel melawan Iran kembali memicu pertempuran Israel dengan Hizbullah.

Belum ada konfirmasi langsung dari pejabat Iran atau komentar dari pihak AS maupun Israel terkait laporan tersebut.

Langkah yang dilaporkan Tasnim menjadi hambatan tambahan bagi harapan penyelesaian cepat krisis.

Sebelumnya, Iran mengatakan telah menyerang pangkalan udara AS sebagai respons atas serangan AS terhadap target militer Iran pada akhir pekan, yang semakin menekan gencatan senjata yang rapuh.

Harga minyak naik lebih dari enam dolar per barel setelah laporan Tasnim.

Serangan Israel dan Dampaknya

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin memerintahkan serangan terhadap pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah.

Serangan itu memicu gelombang pengungsian baru dalam konflik yang telah membuat lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon.

Kantor Netanyahu menuduh Hizbullah berulang kali melanggar gencatan senjata yang disepakati pada akhir April.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan kembali di media sosial bahwa ia percaya Tehran ingin mencapai kesepakatan.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru