unique visitors counter
⌂ Beranda News 11 Ribu Anak di Pandeglang Putus Sekolah, Disdikpora Gandeng Ponpes dan PKBM
News

11 Ribu Anak di Pandeglang Putus Sekolah, Disdikpora Gandeng Ponpes dan PKBM

Anak-anak putus sekolah di Pandeglang
11 Ribu Anak di Pandeglang Putus Sekolah, Disdikpora Gandeng Ponpes dan PKBM
A A Ukuran Teks16px

Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 11.000 anak tidak melanjutkan sekolah.

Kepala Disdikpora Pandeglang, Sutoto, mengintensifkan kunjungan ke kampung-kampung untuk memberikan pemahaman kepada orang tua anak yang putus sekolah.

Terdapat 103 anak usia produktif di bawah 21 tahun dari tiga kampung yang sudah dikunjungi.

Pendekatan Berbasis Pondok Pesantren

Disdikpora melakukan pendekatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) berbasis pondok pesantren pada tahun ajaran 2026-2027.

Anak-anak yang lulus tetapi tidak melanjutkan sekolah diarahkan mengikuti pendidikan di ponpes yang dipadukan dengan program pendidikan kesetaraan.

Sutoto mengatakan para santri tetap dapat mengikuti pendidikan kesetaraan tanpa mengganggu kegiatan mengaji.

Kegiatan PKBM disesuaikan dengan jadwal mengaji sehingga tidak mengganggu aktivitas pesantren. Seluruh biaya pendidikan ditanggung melalui BOSP dan PIP.

Fokus pada Dua Kelompok

Penanganan ATS difokuskan pada dua kelompok, yaitu anak yang lulus tetapi tidak melanjutkan sekolah dan anak putus sekolah.

Pendekatan melalui pondok pesantren dinilai lebih efektif dibanding langsung mengajak mereka mengikuti pendidikan kesetaraan.

Anak-anak tidak langsung diajak sekolah paket, tetapi terlebih dahulu masuk ke pondok pesantren. Setelah berdiskusi dengan para kiai, mereka sangat responsif selama kegiatan pendidikan tidak mengganggu waktu mengaji.

Keberhasilan pola tersebut mendorong Disdikpora untuk memperluas kolaborasi dengan pondok pesantren salafiyah dan PKBM di berbagai wilayah Kabupaten Pandeglang.

Jika setiap PKBM mampu merekrut sedikitnya 100 peserta didik baru dan terdapat sekitar 50 PKBM di Pandeglang, maka sekitar 5.000 anak dapat kembali mengenyam pendidikan.

📰 Update Terbaru