Nvidia pada Senin (2/6) mengumumkan chip baru yang membawa kecerdasan buatan langsung ke laptop dan komputer desktop.
Langkah ini menempatkan Nvidia bersaing dengan Advanced Micro Devices, Intel, dan Apple.
>>> CEPI Berikan Rp60 Miliar untuk Moderna dan Mitra Kembangkan Vaksin Ebola
CEO Jensen Huang, yang berada di Taiwan untuk konferensi Computex, mengatakan chip PC RTX Spark merupakan bagian dari upaya Nvidia bersama Microsoft untuk "menciptakan kembali PC" bagi era AI.
Kerja sama ini telah berlangsung selama tiga tahun.
Chip yang dikembangkan bersama MediaTek dari Taiwan ini akan debut pada musim gugur tahun ini.
Perangkat yang menggunakannya meliputi laptop dan desktop kompak dari Dell, HP, Lenovo, ASUS, Microsoft Surface, dan MSI. Model dari Acer dan GIGABYTE akan menyusul.
Mengubah Interaksi dengan AI
Para ahli industri mengatakan prosesor ini akan mengubah cara pengguna berinteraksi dengan AI. Chip ini dirancang untuk menjalankan agen AI otonom secara lokal, bukan hanya mengandalkan komputasi awan.
Setelah mendominasi chip untuk melatih model AI, Nvidia kini mendorong masuk ke permintaan prosesor inferensi yang diperkirakan melonjak.
Prosesor ini memberi daya pada respons AI terhadap pertanyaan pengguna dan agen yang menangani tugas rutin.
Dengan menyasar PC, Nvidia bertaruh pada skala dan keahlian AI untuk membuka pasar baru yang besar. Langkah ini diambil saat persaingan yang semakin ketat membuat investor khawatir.
Sambutan terhadap AI PC sejauh ini beragam.
HP melaporkan perangkat tersebut membantu menopang penjualan kuartalan, tetapi Dell mengatakan awal tahun ini bahwa permintaan masih di bawah ekspektasi awal.
Qualcomm juga telah menawarkan AI PC dengan Microsoft untuk memanfaatkan permintaan AI.