Xiaomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan di tengah ketidakpastian industri smartphone global.
Perusahaan asal Tiongkok ini menaikkan target pengiriman ponsel tahun 2026 dari 90 juta menjadi 110 juta unit, naik 22% dibanding rencana sebelumnya.
>>> Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 Bocor: Spesifikasi Lengkap Harga Terungkap
Langkah ini mencerminkan optimisme baru Xiaomi terhadap kondisi pasar. Sebelumnya, perusahaan sempat dua kali menurunkan target karena lonjakan harga memori DRAM dan NAND.
Pasar Memori Mulai Stabil
Awal 2026, biaya produksi membengkak akibat harga komponen yang melambung. Margin keuntungan tertekan dan permintaan konsumen melambat di beberapa wilayah.
Namun, sumber internal menyatakan bahwa Xiaomi kini melihat tanda-tanda normalisasi di pasar DRAM dan NAND.
Jika harga berhenti naik atau turun, perusahaan bisa meningkatkan volume produksi, menjaga harga jual kompetitif, dan memperluas penetrasi di pasar berkembang.
Ponsel Budget Jadi Ujung Tombak
Sebagian besar tambahan 20 juta unit pengiriman berasal dari ponsel entry-level dan mid-range, bukan flagship premium.
Xiaomi memahami bahwa konsumen lebih memilih nilai terbaik per rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
>>> Netflix Buka Suara soal Nasib Teach You a Lesson Season 2
Wilayah seperti Asia Tenggara, India, Amerika Latin, dan Afrika masih sangat responsif terhadap ponsel terjangkau dengan spesifikasi mumpuni, ciri khas lini Redmi.
Untuk mendukung strategi ini, Xiaomi menyiapkan sederet peluncuran baru, termasuk Redmi Note 17 series, Redmi 17 series, dan Redmi K100 series.
Beberapa model, seperti Redmi 17 4G, dikonfirmasi membawa baterai 7.500 mAh dan pengisian cepat 45W.
Tantangan Masih Mengintai
Meski optimis, Xiaomi tetap waspada. Perusahaan belum memberikan komentar resmi atas laporan ini dan akan terus memantau fluktuasi harga komponen.
Faktor risiko utama meliputi lonjakan harga DRAM/NAND mendadak, gangguan geopolitik di rantai pasok, dan perlambatan permintaan di pasar utama.
>>> Baru Tayang, Drama Overdo Tuai Kritik Pedas karena Visual dan AI
Jika kondisi memburuk, target 110 juta unit bisa direvisi turun.
