NVIDIA secara resmi memperkenalkan RTX Spark di Computex Taipei 2026. Prosesor ini merupakan chip Arm pertama yang dirancang khusus untuk PC Windows.
RTX Spark menggabungkan CPU 20-core Grace hasil kolaborasi dengan MediaTek, GPU Blackwell RTX dengan 6.144 CUDA core, NPU, dan memori LPDDR5X hingga 128GB dalam satu paket 3nm dari TSMC.
>>> Alienware AW3426DW: Monitor QD-OLED 34 Inci dengan Refresh Rate 280 Hz
Performa AI dan Grafis
Chip ini diklaim mampu menjalankan model AI berukuran 120 miliar parameter secara lokal. Performa AI-nya mencapai 1 petaFLOP, memungkinkan pengolahan AI berat di perangkat portabel.
RTX Spark juga mendukung editing video 12K 4:2:2, rendering adegan 3D lebih dari 90GB, dan gaming AAA pada resolusi 1440p dengan frame rate di atas 100 fps.
Teknologi DLSS 4.5 dan ray tracing RTX turut dihadirkan.
>>> Nvidia RTX Spark: Chip Windows on ARM 3nm dengan AI dan Gaming Canggih
Target Pasar dan Dukungan Software
NVIDIA menyasar laptop tipis dengan layar OLED dari merek seperti ASUS, Dell, dan Microsoft. Chip ini didukung software lengkap seperti CUDA, TensorRT, dan DLSS 4.5.
Adobe telah melakukan arsitektur ulang Photoshop dan Premiere untuk mengoptimalkan performa di RTX Spark, dengan peningkatan hingga dua kali lipat di AI dan grafis.
Pengembang lain seperti Blackmagic Design, Blender, CapCut, ComfyUI, dan OTOY juga siap mengadopsi chip ini.
>>> Samsung Uji Pendingin Cair dan Angin untuk Atasi Panas Berlebih di Flagship
RTX Spark, yang sebelumnya dikenal dengan kode N1X, menjadi pesaing langsung Qualcomm Snapdragon X series di segmen Windows Arm.