unique visitors counter
⌂ Beranda News Blue Origin Targetkan New Glenn Kembali Terbang Akhir Tahun

Blue Origin Targetkan New Glenn Kembali Terbang Akhir Tahun

Blue Origin Targetkan New Glenn Kembali Terbang Akhir Tahun
Roket New Glenn milik Blue Origin meledak saat uji coba di landasan peluncuran
A A Ukuran Teks16px

Blue Origin akan menerbangkan kembali roket New Glenn sebelum akhir tahun, demikian pernyataan CEO Dave Limp pada Senin malam.

Pengumuman ini muncul beberapa hari setelah salah satu roket meledak dan merusak landasan peluncuran perusahaan.

>>> Spacex Targetkan Valuasi Rp 2.850 Kuadriliun dalam IPO Terbesar

IN2

Ledakan terjadi saat uji coba hot-fire di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, pada 28 Mei.

Tidak ada satelit di dalam roket dan tidak ada korban jiwa, namun insiden ini menjadi salah satu kegagalan paling serius sejak Blue Origin didirikan pada tahun 2000.

Kerusakan Landasan dan Langkah Pemulihan

Tim Blue Origin telah memeriksa kerusakan di satu-satunya landasan peluncuran yang dimiliki perusahaan.

in2

Limp mengatakan tangki bahan bakar utama di landasan masih dalam kondisi baik, yang disebutnya sebagai 'keberuntungan' karena mengganti komponen tersebut akan memakan waktu lama.

Booster roket yang akan digunakan untuk penerbangan mendatang juga tampak baik. Namun, menara pendukung utama landasan memerlukan perbaikan.

Perusahaan belum mengumumkan penyebab pasti ledakan tersebut.

Insiden ini terjadi setelah misi ketiga New Glenn pada April lalu juga mengalami kegagalan.

Blue Origin berada di bawah tekanan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan New Glenn akibat persaingan ketat dengan SpaceX milik Elon Musk.

>>> Saham Global Menguat Didorong Optimisme AI, Kekhawatiran Iran Masih Ada

Ledakan New Glenn mengguncang Space Coast Florida saat perusahaan bersiap meluncurkan 48 satelit internet untuk Amazon, pelanggan swasta terbesar Blue Origin.

Amazon juga menghadapi tekanan kompetitif untuk memperluas konstelasi satelitnya guna bersaing dengan Starlink milik Musk.

Amazon memiliki perjanjian peluncuran dengan United Launch Alliance (ULA) dan Arianespace. Sebuah roket ULA Atlas V berhasil menempatkan 29 satelit Amazon Leo ke orbit pada Jumat lalu.

Limp tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan New Glenn.

Insiden serupa pernah dialami SpaceX pada 2016 saat uji coba Falcon 9, dan roket tersebut kembali terbang sekitar empat bulan kemudian.

Blue Origin sebelumnya mengalami kegagalan pada 2022 saat penerbangan tanpa awak roket suborbital New Shepard.

Roket itu baru kembali terbang setelah satu tahun tiga bulan, menyusul investigasi teknis dan tinjauan oleh Federal Aviation Administration (FAA) AS.

Pada Januari lalu, Limp menghentikan sementara program New Shepard dan mengalihkan staf serta sumber daya ke New Glenn serta pengembangan pendarat bulan untuk NASA.

>>> Iran Hentikan Komunikasi dengan Mediator soal Gencatan Senjata Lebanon

Blue Origin berencana meluncurkan versi awal pendarat Blue Moon menggunakan New Glenn tahun ini.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru