>>> Korea Dorong Talenta ke Kedokteran, China Prioritaskan Teknik
Serangan Balasan dan Ancaman Meluas
Militer AS mengatakan dua misil Iran hancur di tengah perjalanan menuju Kuwait, dan pasukannya "menembak jatuh beberapa drone" yang menargetkan personel AS di negara itu.
Militer AS juga menyebut pasukan AS dan Bahrain mencegat misil yang diarahkan ke Bahrain, markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS.
Kementerian Pertahanan Bahrain mengaku mencegat dan menghancurkan tiga misil serta sejumlah drone Iran. Garda Revolusi mengakui menargetkan markas Armada ke-5 dan fasilitas militer AS di negara lain.
Baik AS maupun Iran mengatakan mereka membalas serangan atau percobaan serangan sebelumnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Iran "bermain api", namun keputusan meningkatkan respons militer ada di tangan Presiden AS.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan di X bahwa "setiap tindakan bermusuhan akan dihadapi dengan respons segera dan tegas".
Militer AS melancarkan serangan ke stasiun kendali darat militer Iran di Pulau Qeshm di Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan sebuah menara telekomunikasi terkena serangan. Mereka menyebut serangan itu dan serangan lainnya sebagai "tindakan agresi" yang melanggar gencatan senjata.
Perang semakin terkait dengan pertempuran Israel di Lebanon. Pasukan Israel bergerak lebih dalam ke Lebanon, sementara Hizbullah meluncurkan roket dan drone.
Gencatan senjata di Lebanon secara resmi masih berlaku, namun serangan terus berlanjut.
Iran bersikeras bahwa gencatan senjata yang lebih luas harus meredakan pertempuran di Lebanon.
Netanyahu ingin memisahkan isu tersebut dan mendapat tekanan domestik untuk menyerang Hizbullah menjelang pemilu musim gugur ini.
Presiden Trump mengkonfirmasi laporan bahwa ia menyebut Netanyahu "gila" dalam percakapan telepon pada Senin. Namun Trump mengatakan hubungannya dengan Netanyahu baik dan "kami bekerja sama dengan sangat baik".
Netanyahu menanggapi bahwa mereka terkadang memiliki "perbedaan taktis" tetapi memiliki "tujuan bersama".