Setelah lulus, ia memutuskan untuk meninggalkan Iran dan pindah ke Prancis pada 1994.
Selain 'Persepolis', Satrapi juga menulis novel grafis 'Broderies' dan 'Poulet aux prunes' yang diadaptasi menjadi film.
Sebagai sutradara, ia menggarap 'La Bande des Jotas' dan 'Radioactive', biografi tentang Marie Curie.
Pada 2023, Satrapi mengoordinasikan buku 'Femme, vie, liberté' bersama seniman dan akademisi. Buku ini mengilustrasikan pemberontakan di Iran setelah kematian Mahsa Amini pada 2022.
Penghargaan dan Aktivisme
Satrapi terpilih sebagai anggota Akademi Seni Rupa Prancis pada 2024. Ia juga ditawari penghargaan tertinggi Prancis, Legion of Honor, pada tahun yang sama, tetapi menolaknya.
Dalam surat kepada otoritas Prancis pada Januari 2025, Satrapi menulis bahwa Prancis tidak cukup mendukung rakyat Iran yang berjuang untuk demokrasi.
"Ketika orang berjuang untuk demokrasi, kita harus mendukung mereka," tulisnya.
Pada 2024, Satrapi memenangkan Penghargaan Princess of Asturias untuk Komunikasi dan Kemanusiaan di Spanyol. Yayasan tersebut menggambarkannya sebagai "suara penting dalam pembelaan hak asasi manusia dan kebebasan".
>>> Taiwan Desak China Akui Tragedi Tiananmen 37 Tahun Lalu
Suami Satrapi, produser film Swedia Mattias Ripa, meninggal pada April 2025 di usia 53 tahun. Media Prancis melaporkan bahwa Satrapi meninggal karena "kesedihan" setahun setelah kepergian suaminya.