Pulau Jeju, Korea Selatan, bergerak memperbaiki papan tanda berbahasa asing yang selama ini sering salah terjemah dan membingungkan wisatawan.
Pemerintah Provinsi Jeju mengumumkan akan melakukan audit menyeluruh terhadap sistem informasi multibahasa di destinasi wisata utama.
>>> Steve Yoo Akhirnya Menyerah Kembali ke Korea Setelah 20 Tahun Kontroversi
Langkah ini diambil setelah analisis media sosial tahun lalu menunjukkan bahwa papan tanda asing yang kacau menjadi keluhan berulang para pelancong.
Untuk memastikan hasil audit sesuai perspektif pengunjung asing, provinsi bekerja sama dengan Pusat Riset Pariwisata Cerdas Universitas Nasional Jeju.
Mereka merekrut tim pemantau khusus yang terdiri dari mahasiswa asing dari komunitas penutur bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin.
Mulai bulan ini, tim yang beranggotakan tujuh orang akan melakukan inspeksi langsung ke berbagai infrastruktur pariwisata di seluruh pulau.
Lokasi inspeksi mencakup tempat wisata publik dan swasta, seperti pantai, bandara, pelabuhan feri, toilet umum, dan 'oreum' — bukit vulkanik khas Jeju.
Pemeriksaan juga meluas ke ruang digital, dengan mengaudit halaman web utama destinasi dalam bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin.
>>> Warga Miskin di Pemukiman Jjokbang Incheon Berbagi Selama 18 Tahun
Petugas tidak hanya mengecek ketersediaan opsi multibahasa, tetapi juga keakuratan terjemahan agar sesuai konteks asli Korea dan mudah dipahami penutur asli.
Papan tanda juga akan diperiksa kepatuhannya terhadap standar romanisasi resmi dan terminologi budaya sektor publik.
Di media sosial, kesalahan bahasa di Jeju sudah lama menjadi sumber hiburan dan kebingungan bagi wisatawan asing, karena masalah terjemahan sering jatuh ke dalam literalisme kaku atau algoritma mesin yang terlalu puitis.
Setelah inspeksi lapangan, provinsi berencana menerbitkan manual koreksi standar yang berisi teks asli, terjemahan yang salah, jenis kesalahan, dan perbaikan yang direkomendasikan.
Panduan tersebut akan dibagikan kepada operator pariwisata lokal dan lembaga kota dengan arahan tegas untuk memperbarui infrastruktur mereka.
Dengan memperbaiki kesalahan linguistik ini, pejabat provinsi berharap dapat meningkatkan kredibilitas Jeju sebagai destinasi kelas dunia.
>>> Lari Malam Bisa Mengimbangi Makan Berlebihan? Ini Kata Ahli
Di pasar perjalanan yang mengutamakan kejelasan, pulau ini bertaruh bahwa papan tanda yang lebih jelas akan menghasilkan perjalanan yang lebih lancar bagi jutaan pengunjung global.