Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan akan menyampaikan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai keberatannya atas tarif baru yang diberlakukan Washington.
Menurut Albanese, kebijakan tarif tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
>>> Guru Les di Tangerang Lecehkan 29 Murid Laki-Laki, Pelaku Ditahan
Pernyataan itu disampaikan Albanese dalam wawancara dengan program ABC Insiders pada Minggu.
Ia mengatakan akan "benar-benar" mengangkat isu tersebut saat berbicara dengan Trump.
Pemerintahan Trump pekan lalu mengumumkan tarif baru sebesar 12,5% setelah menyelesaikan penyelidikan terhadap sekitar 60 negara.
>>> PWI Pandeglang Bentuk Panitia Pemilihan Ketua Baru untuk Konferkab 2026
Negara-negara itu dinilai gagal mencegah praktik kerja paksa dalam rantai pasok yang berdampak pada pekerja di Amerika Serikat.
Australia telah mulai berkomunikasi dengan pemerintah AS mengenai kebijakan tersebut.
Albanese mengatakan isu itu akan diangkat "di setiap tingkat hubungan Australia-AS."
>>> BI Perluas Insentif Tarik Dana Asing: Swap Hedging dan DNDF Ditingkatkan
Wawancara tersebut direkam di Adelaide pada Sabtu, bertepatan dengan konferensi tahunan Partai Buruh.
