unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Mahasiswa China Mulai Tinggalkan Hong Kong karena Biaya dan Budaya

Mahasiswa China Mulai Tinggalkan Hong Kong karena Biaya dan Budaya

Mahasiswa China Mulai Tinggalkan Hong Kong karena Biaya dan Budaya
Mahasiswa China berjalan di kampus Hong Kong
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Weeks before lulus, Carol Chen, mahasiswa asal China di Baptist University Hong Kong, menghitung biaya hidup di kota itu dibandingkan pulang ke Shanghai.

Sewa kamar di Hong Kong bisa menghabiskan setengah dari gaji awal yang diharapkannya, sekitar HK$20.000 per bulan sebagai analis data junior.

>>> Bitcoin Anjlok di Bawah $60.000, Terendah Sejak Oktober 2024

alt top

Chen, lulusan matematika dan statistik, mengatakan jika kembali ke Shanghai, ia hanya perlu khawatir tentang biaya sehari-hari karena bisa tinggal bersama keluarga.

Hambatan bahasa juga menjadi masalah besar.

Bahasa Kanton dan Inggris bukan bahasa ibunya, sehingga ia merasa dirugikan dalam seminar dan wawancara kerja.

alt mid

Meskipun perusahaan tidak mencantumkan bahasa Kanton sebagai syarat, pelamar tetap ditolak jika tidak bisa berbicara dalam bahasa tersebut.

Chen kini lebih cenderung meninggalkan Hong Kong setelah lulus, meskipun ada skema visa IANG yang mengizinkan lulusan non-lokal tinggal dua tahun tanpa pekerjaan jika mengajukan dalam enam bulan setelah kelulusan.

Menurut Departemen Imigrasi, jumlah pemohon IANG pada 2025 mencapai 27.630, naik 8,5 persen dari 2024.

Survei Youth Expats Association menemukan 56,1 persen mahasiswa China berencana meninggalkan Hong Kong, kembali ke daratan, atau membandingkan dengan pasar luar negeri.

Biaya sewa dan akomodasi menjadi kekhawatiran utama, diikuti hambatan bahasa dan budaya, kurangnya jaringan sosial, rasa memiliki yang lemah, ketidakpastian karier, dan biaya hidup sehari-hari.

Nancy Wang, 22 tahun, mahasiswa jurnalistik dari universitas yang sama, juga memutuskan meninggalkan Hong Kong setelah lulus Juli nanti.

Selain biaya hidup tinggi, ia kesulitan berintegrasi dengan budaya lokal.

Wang mencontohkan mahasiswa lokal sering mengadakan kegiatan di asrama tanpa memberitahunya, dan ia sendiri tidak aktif mendekati mereka.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru