Wall Street mulai pulih dari aksi jual besar pada Jumat lalu, dengan saham-saham yang terkait kecerdasan buatan (AI) bangkit kembali pada Senin (8/6/2026).
Indeks S&P 500 naik 0,7 persen setelah turun 2,6 persen pada Jumat, penurunan terburuk sejak Oktober.
>>> Trump Hubungi Netanyahu Setelah Bentrokan Israel-Iran
Dow Jones Industrial Average bertambah 50 poin atau 0,1 persen, sementara Nasdaq komposit melonjak 1,4 persen.
Saham perusahaan semikonduktor dan memori yang mendukung booming AI menjadi pendorong utama kenaikan. Pada Jumat lalu, saham-saham tersebut anjlok karena kekhawatiran harga sudah terlalu tinggi akibat euforia AI.
Kekhawatiran serupa sempat menyeret indeks Kospi Korea Selatan turun 8,3 persen pada Senin pagi, menghantam saham Samsung Electronics dan SK Hynix.
Namun harga pulih saat perdagangan bergerak ke barat melalui Eropa menuju New York.
Saham Micron Technology melonjak 11,1 persen setelah tergelincir 13,3 persen pada Jumat, yang merupakan kerugian terbesar di S&P 500.
Saham perusahaan itu telah lebih dari tiga kali lipat sepanjang tahun 2026.
Marvell Technology naik 15,1 persen dalam perdagangan pertamanya setelah S&P Dow Jones Indices mengumumkan bahwa saham perusahaan semikonduktor itu telah cukup besar untuk masuk ke indeks S&P 500.
Saham Marvell juga telah lebih dari tiga kali lipat tahun ini, didorong lonjakan 32,5 persen dalam satu hari pekan lalu.
Lonjakan itu terjadi setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut di sebuah konferensi di Taiwan bahwa Marvell bisa menjadi "perusahaan triliunan dolar berikutnya."
Komentar semacam itu, yang bisa menambah miliaran dolar nilai perusahaan dalam sekejap, membuat kritikus menilai saham AI sudah terlalu panas.
Perusahaan chip dan memori memang menikmati pertumbuhan pendapatan dan laba yang besar karena booming AI, tetapi harga saham mereka melonjak dengan kecepatan yang mencengangkan.
